Sebelumya. penulis Cirebon Kuliner menulis Part 1 tentang sejarag singkat minuman kopi, dan Part 2 tentang berbagai coffee shop di kota Cirebon, kini penulis mencoba menulis secara singkat apa dan bagaimana para konsumen atau pelanggan coffee shop di Cirebon.


Dari hasil survey independen dan kecil-kecilan yang dilakukan tim Cirebon Kuliner di berbagai coffee shop di kota Cirebon – terutama kedai-kedai kopi besar – tim Cirebon Kuliner dapat memaparkan bahwa mayoritas konsumen coffee shop di kota Cirebon adalah kalangan muda-mudi yang aktif dan dinamis.

Iya, kedai-kedai kopi atau cafe di Cirebon mayoritas diramaikan oleh para pelanggannya yang berusia muda antara 17-35 tahunan (sekitar hampir 75%), dan sisanya adalah keluarga yang datang untuk kumpul dan makan di kedai kopi yang menyediakan juga menu makanan untuk keluarga.

Mayoritas dari para muda-mudi yang datang di kedai kopi di kota Cirebon ini pun datang tidak untuk betul-betul menikmati minuman kopi, akan tetapi dengan macam-macam alasan lainnya. Tim Cirebon Kuliner bisa memaparkan sebagian besar alasannya atau tujuan para pelanggan kedai kopi datang ke kedai kopi adalah:

1. Kumpul atau bertemu teman/relasi kerja/bisnis/sekolah/kuliah (75%)

2. Menikmati suasana cafe atau kedai kopi (15%)
3. Menikmati minuman kopi (10%)

Yup, dari data singkat di atas juga, bisa dikatakan bahwa mayoritas pelanggan kedai kopi di kota Cirebon masih sangat minim yang beralasan datang ke coffee shop untuk menikmati minuman kopinya itu sendiri. Artinya lagi, menu minuman yang paling banyak dipesan para pengunjung kedai kopi di Cirebon bukanlah kopi, melainkan minuman non kopi, terutama minuman dingin seperti berbagai minuman es dari teh leci, milkshake, dll. Sedangkan minuman berbahan dasar kopi, lebih banyak dipesan dalam sajian dingin dengan variasi berbagai macam rasa seperti vanilla, hazelnut, dll. Sedangkan minuman kopi yang sejati seperti black coffee, atau espresso / americano / cappuccino, caffe latte / macchiato dalam masih relatif minim dipesan.

Dan, mayoritas pengunjung kedai kopi di kota Cirebon memiliki pengetahuan soal kopi yang masih umum. Juga, masih sangat minim yang betul-betul merupakan penikmat kopi. Mayoritas tidak begitu perduli apa itu espresso, apa itu americano, apa perbedaan caffe latte dan cappuccino, apa itu macchiato, dan sebagainya. Fakta ini secara global bisa mengartikan bahwa coffee shop  di kota Cirebon masih belum (dalam tanda kutip) “berjalan” sesuai fungsi utamanya, yaitu sebagai tempat para penikmat kopi menikmati kopi. Akan tetapi, secara garis besar masih berjalan atau berfungsi sebagai tempat anak muda nongkrong dengan berbagai tujuan selain menikmati kopi, dari mulai kumpul bareng teman-teman sekolah/kampus/kerja/komunitas.

Apa yang berusaha disampaikan tim Cirebon Kuliner, semata hanyalah bahwa di kota Cirebon, mayoritas masyarkat Cirebon yang gemar menikmati kopi, masih menikmati kopi secara merakyat, yaitu kopi instan dalam kemasan sachet yang dinikmati di rumah masing-masing di pagi atau sore hari. Sedangkan coffee shop masih dianggap sebagai cafe-cafe pada umumnya, sebagai tempat nongkrong atau bersosialisasi atau gaul.