Beberapa kuliner khas Cirebon memiliki daerah otentiknya masing-masing, misalnya daerah otentik nasi jamblang adalah Jamblang, daerah otentik atau asal empal gentong adalah daerah Panembahan, dan daerah otentik tahu gejrot adalah Ciledug, yang masih termasuk Kabupaten Cirebon.

Tahu gejrot adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang berisi tahu goreng di siram air gula jawa dengan irisan bawang merah dan cabe rawit yang diuleg kasar atau tidak sampai halus yang kemudian dicampurkan dengan air gula sebagai siraman tahu gorengnya.


Penjual tahu gejrot yang asli atau yang tradisional adalah yang menggunakan pikulan dan berjalan kaki keliling kota. Saat ini, yang penulis Cirebon Kuliner perhatikan tampaknya penjual tahu gejrot yang masih menggunakan pikulan dan keliling Cirebon sudah semakin jarang ditemui.


Namun penulis Cirebon Kuliner berkesempatan menemui salah satu penjual tahu gejrot keliling di kawasan jalan Pekiringan, penjualnya pun asli dari daerah asal tahu gejrot itu sendiri, Ciledug. Saat penulis Cirebon Kuliner berbincang-bincang dengan sang penjual, saat ini ada tiga pemilik tahu gejrot asal Ciledug yang masih menjual tahu gejrot pikulan dengan jumlah pemikul keliling yang masih cukup banyak.

Saat ini, satu porsi tahu gejrot dijual seharga Rp 3.000,- saja. Bagi penggemar tahu gejrot, kuliner khas Cirebon yang satu ini memiliki rasa yang begitu khas, ada manis, ada pedas, dan rasa rempah dari bawang merah mentah yang diiris dan digerus bersama dengan cabe rawit. Namun bagi yang tidak suka, kebanyakan alasannya adalah dari penggunaan bawang merah mentahnya.


Yang pasti penulis Cirebon Kuliner senang sekali masih dapat menemui penjual tahu gejrot pikulan yang keliling kota seperti ini. Semoga kuliner tahu gejrot asli Cirebon ini tetap bisa lestari sampai seterusnya.