Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, Bandung memang tempatnya masyarakat yang inovatif dan kreatif. Termasuk dalam soal kulinernya. Dari mulai kuliner tradisional sampai yang modern, semua ada di Bandung. Salah satu kuliner tradisional yang kini banyak diinovasi oleh masyarakat Bandung dan disukai banyak orang adalah surabi Bandung.


Di Bandung sendiri, surabi Bandung sudah banyak mengalami sentuhan inovasi. Bahkan di Cirebon sendiri, kini sudah ada beberapa warung yang menjajakan surabi khas Bandung ini. Setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner mengulas tentang Surabi Bandung “Alvina,” kini penulis kembali mengulas kuliner yang sama. Kali ini adalah Surabi Bandung Mba Rini/Dede Rangga.


Surabi Mba Rini/Dede Rangga ini terletak di kawasan jalan Siliwangi, tepatnya di sekitaran alun-alun Kejaksan kota Cirebon di samping Rumah Sakit Sumber Kasih. Dan layaknya warung-warung tenda pinggir jalan yang kini sedang marak di Cirebon, warung Surabi Bandung Mba Rini/Dede Rangga ini juga berkonsep kurang lebih sama, lesehan pinggir jalan.

Soal menu, penulis Cirebon Kuliner melihat warung ini memiliki menu tentunya berbagai pilihan surabi, dan juga ada pisang bakar. Dan yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah pisang bakar keju susu dan surabi coklat keju susu.


Saat pesanan datang, penulis Cirebon Kuliner sedikit terkejut dengan agak banyaknya porsi yang disajikan warung Surabi Bandung Mba Rini/Dede Rangga ini. Karena ada 4 potong pisang bakar dalam 1 porsinya, dan 2 buah surabi dalam 1 porsinya. Dimana biasanya di warung lain menyajikan hanya 2 potong pisang bakar untuk 1 porsinya, dan 1 buah saja surabi dalam 1 porsinya.

Setelah mencicipi, menurut penulis Cirebon Kuliner, rasanya sebetulnya masih bisa lebih baik lagi ya.. Baik pisang bakarnya, maupun surabinya. Apalagi setelah membayar, penulis Cirebon Kuliner kembali dikejutkan dengan total harga yang menurut penulis sebetulnya masih bisa dibuat lebih terjangkau. Karena RP 22.000,- untuk satu porsi pisang bakar dan satu porsi surabi, dengan rasa yang telah penulis Cirebon Kuliner ungkapkan rasanya terlalu tinggi. Coba bandingkan dengan Surabi Bandung “Alvina” yang telah penulis Cirebon Kuliner ulas sebelumnya.

Ini adalah bentuk saran atau masukan dari penulis Cirebon Kuliner bagi pembaca Cirebon Kuliner atau siapapun yang memiliki bisnis kuliner serupa, atau berencana membuka bisnis kuliner serupa, dan khusunya bagi pemilik dan pengelola warung Surabi Bandung Mba Rini/Dede Rangga, mungkin ada baiknya perlu direview atau di manage lagi soal pricing-nya. Semoga ke depannya warung ini dapat lebih baik lagi sehingga bisa menuai sukses dengan lebih cepat.