Sekoteng, minuman asal daerah Jawa Tengah ini memang begitu populer di masyarakat kita Indonesia. Minuman hangat nan menyegarkan yang pas sekali dinikmati di malam hari ini biasa dijajakan dengan gerobak pikul atau juga gerobak dorong. Di Cirebon, sekoteng juga digemari masyarakat Cirebon dari berbagai kalangan.

Sampai saat ini, penjual sekoteng dengan gerobak dorong yang keliling komplek pemukiman penduduk masih lumayan mudah dijumpai. Namun, ada beberapa titik di kota Cirebon yang sudah dijadikan tempat mangkal rutin dimalam hari oleh para penjual sekoteng yang masing-masing juga memiliki penggemarnya.


Adalah jalan Kartini dimana terdapat beberapa penjual minuman hangat berasa jahe dan berisi berbagai bahan makanan ini yang sudah memiliki lapak tetap dimalam hari. Dan yang penulis Cirebon Kuliner biasa kunjungi adalah Sekoteng “Ade” jalan Kartini yang biasa mangkal di depan bekas bangunan Hotel Kharisma yang kini sudah dirobohkan dan sedang dibangun kembali entah menjadi gedung apa.

Satu porsi Sekoteng “Ade” jalan Kartini hanya seharga Rp 4.000,- saja, murah sekali untuk satu mangkok kecil minuman penyegar dan penghangat dimalam hari. Nikmat sekali dinikmati di suasana malam hari kota Cirebon yang sederhana dan eksotis, apalagi saat Cirebon sedang atau baru diguyur hujan, membuat suasana menikmati sekoteng menjadi lebih asyik. Pembaca Cirebon Kuliner, silahkan coba Sekoteng “Ade” jalan Kartini.