Di sudut belokan jalan Pekiringan menuju jalan Pandesan kota Cirebon, ada pemandangan yang menarik minat penulis Cirebon Kuliner. Adalah penjual sate kambing “kampung” yang biasa mangkal di malam hari yang menarik perhatian penulis Cirebon Kuliner untuk datang berkunjung dan mencicipi. Selain tertarik karena sang penjual masih menggunakan pikulan kampung yang sudah agak sulit ditemui, terlebih di kota, penulis Cirebon Kuliner juga tertarik karena hampir setiap malam lapak sate kambing pikulan ini ramai oleh pelanggannya.

Penulis Cirebon Kuliner pun akhirnya berkesempatan mengunjungi lapak sate kambing pikulan di tikungan jalan Pandesan-Pekiringan kota Cirebon ini. Penulis Cirebon Kuliner memesan 7 tusuk sate kambing dengan nasi. Dengan tambahan air minum dalam kemasan gelas, semuanya Rp 18.000,-. Bagi penggemar sate kambing, khususnya warga Cirebon asli yang tinggal bukan di wilayah kota, mungkin tahu bahwa cita rasa sate kambing “kampung” atau pikulan ini berbeda dengan sate kambing ala Madura.


Betul, sate kambing pikulan seperti ini rasanya lebih gurih, berbeda dengan sate kambing Madura yang relatif lebih manis, mungkin pengaruh bumbu kacang dan kecap yang digunakan. Sate kambing khas Madura biasanya menggunakan kecap kental manis, sedangkan sate kambing pikulan semacam ini biasanya menggunakan kecap Cirebon yang relatif lebih encer dan lebih asin. Ini soal selera, pembaca Cirebon Kuliner bebas menentukan mana yang lebih enak.

Yang jelas, menurut penulis Cirebon Kuliner, sate kambing yang penulis icip di tikungan jalan Pandesan-Pekiringan ini enak! Terbukti dengan pelanggan-pelanggannya yang selalu datang kembali setiap saat mereka sedang ingin menikmati sate kambing ala kampung. Selain itu, suasana malam di kawasan jalan Pandesan-Pekiringan juga menambah suasana tersendiri yang berbeda sambil menikmati sate kambing pikulan di malam hari. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum coba sate kambing pikulan, boleh datang dan icipi Sate Kambing Pikulan jalan Pandesan.