Daging kambing merupakan salah satu sumber bahan kuliner yang menggoda dan dapat diolah menjadi berbagai macam varian kuliner. Di berbagai negara pun daging kambing banyak digunakan sebagai bahan makanan favorit masyarakatnya. Di Indonesia sendiri, salah satu olahan daging kambing yang paling populer adalah sate kambing tentunya.

Walaupun nampaknya sederhana, namun ternyata setiap kota di Indonesia memiliki cita rasa yang berbeda-beda dalam mengolah sate kambing. Hal inilah yang dirasakan penulis Cirebon Kuliner ketika berkunjung ke warung makan khas Solo “Mba Yuni” yang menjual berbagai macam kuliner dengan cita rasa Solo. Ada sate kambing, tongseng kambing, sop kambing, gule kambing, nasi goreng kambing, juga ada ayam penyet, dan masih banyak berbagai menu lainnnya.

Warung makan khas Solo “Mba Yuni” ini terletak di jalan Moh. Toha nomor 48 kota Cirebon. Dan saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 5 tusuk sate kambing, 1 porsi tongseng kambing, 1 porsi nasi, dan 1 teh tawar hangat, semuanya ini seharga Rp 51.000,-. Harga yang memang relatif tinggi. Tapi tunggu dulu, bagaimana jika dibandingkan dengan rasanya.


Setelah mencicipi, menurut penulis Cirebon Kuliner, sate kambing dan tongseng kambing di warung makan khas Solo “Mba Yuni” ini tergolong enak. Sate kambingnya empuk, tidak berbau prengus. Bumbunya berbeda dengan sate kambing ala Cirebon, atau juga ala Madura. Jika sate kambing ala Cirebon banyak menggunakan bumbu kacang, dan sate kambing ala Madura banyak menggunakan kecap, maka sate kambing khas Solo rasanya lebih banyak menggunakan rempah, dengan cocolan kecap manis, tanpa bumbu kacang. Sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih nan khas. Enak sekali.

Begitu juga dengan tongseng ala warung makan khas Solo “Mba Yuni”. Rasanya enak, bumbu rempahnya tidak terlalu tajam menyengat, lembut tapi enak. 5 tusuk sate kambing seharga Rp 20.000,-. 1 porsi tongseng kambing seharga Rp 20.000,-. 1 porsi nasi seharga Rp 10.000,-. Dan 1 teh tawar hangat seharga Rp 1.000,-. Soal rasa sebetulnya aman, namun jika dibandingkan dengan kenyamanan tempat makan yang masih sederhana, bagi masyarakat tertentu mungkin harga ini bisa dibilang terlalu tinggi, walaupun rasa masakannya enak.

Namun, walau bagaimanapun juga, mahal dan murah bergantung pada persepsi masing-masing orang. Terlebih, jika yang dihargai adalah kuliner. Mahal bagi seseorang, belum tentu sama mahalnya bagi orang lain. Jadi, silahkan tentukan sendiri bagaimana pendapat pembaca Cirebon Kuliner. Bagi penulis Cirebon Kuliner sendiri, yang terpenting tetap adalah rasanya. Silahkan datang kunjungi warung sate kambing khas Solo “Mba Yuni” di jalan Moh. Toha nomor 48 kota Cirebon.