Ini dia, salah satu kuliner khas Cirebon yang unik dan sudah ada semenjak puluhan tahun yang lalu, Sate Kalong. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang tahu apa arti kalong mungkin bertanya-tanya apakah Sate Kalong yang dimaksud adalah betul-betul sate yang terbuat dari daging kalong (kelelawar)?

Bukan, Sate Kalong khas Cirebon ini adalah sate yang menggunakan daging kerbau. Lalu mengapa dinamakan Sate Kalong? Itu lebih karena semenjak dahulu sate ini dijual di malam hari. Dari sini, munculah sebutan Sate Kalong, karena si penjual baru aktif di malam hari, layaknya kalong atau kelelawar.

Sate Kalong khas Cirebon menawarkan dua versi sate kerbau, yang bercita rasa manis, dan yang bercita rasa asin (dari dengkil). Oiya, Sate Kalong yang penulis Cirebon Kuliner bahas ini adalah Sate Kalong khas Cirebon yang biasa berjualan di jalan Winaon, jalan menuju Pasar Kanoman. Karena Sate Kalong yang inilah yang legendaris di kota Cirebon dan sudah ada semenjak puluhan tahun lalu dan masih eksis berjualan hingga saat ini diteruskan oleh generasi ketiga.


Satu porsi Sate Kalong dijual dengan harga Rp 18.000,- sebanyak 20 tusuk. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan 10 tusuk Sate Kalong manis dengan lontong. Rasa dari Sate Kalong versi manis ini tentu manis, dagingnya memang diolah dan disajikan dengan tusuk sate dengan penampilan yang tipis, pipih namun agak padat. Tidak terlalu mengenyangkan untuk santap malam hari bagi yang biasa makan dengan porsi agak besar.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran dan belum pernah mencoba, silahkan datang dan icip Sate Kalong khas Cirebon di jalan Winaon, di sekitaran Pasar Kanoman kota Cirebon. Biasa berjualan di malam hari dan perlu dicatat, jangan datang terlalu malam karena Sate Kalong khas Cirebon ini banyak penggemarnya dan cepat habis. Jadi, datang agak sorean sekitar pukul 19:00. Selamat mencicipi.