Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap rujak, harus coba rujak yang satu ini, Rujak Kuah Pindang. Mungkin pembaca Cirebon Kuliner bertanya-tanya seperti apa Rujak Kuah Pindang itu. Penulis Cirebon Kuliner sengaja meliput kuliner yang satu ini, karena nampaknya di Cirebon sendiri saja, hanya ada satu penjual rujak seperti ini. Iya, Rujak Kuah Pindang berlokasi di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru Kidul, Kabupaten Plered.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang tidak familiar dengan daerah ini, Desa Setu Wetan terletak di kawasan Plered, kurang lebih 5 KM ke arah Barat dari pusat kota Cirebon. Kurang lebih beberapa ratus meter sebelum lampu merah Plered dari arah kota, ada Pasar Kueh di sebelah Utara (sebelah kanan jalan). Nah.. Di seberang Pasar Kueh ini ada jalan, itulah jalan menuju Desa Setu Wetan. Dan Rujak Kuah Pindang ini terletak di sebelah kiri jalan, tidak jauh dari kantor Desa Setu Wetan.

Dahulu, penjual Rujak Kuah Pindang adalah seorang Nenek yang biasa dipanggil Bi ‘Ndun. Bi Ndun biasa berjualan di lokasi yang sama, yaitu di teras rumahnya. Dan jika rujak jualannya belum habis disiang hari sekitar jam 11:30, Bi ‘Ndun akan berkeliling kampung menjajakan Rujak Kuah Pindang buatannya ini. Betul, Rujak Kuah Pindang buatannya ini memang sangat populer, paling tidak di kawasan Desa Setu Wetan ini.


Kini, Bi ‘Ndun nampaknya sudah tidak sekuat dulu, sehingga digantikan oleh anak perempuannya. Namun, dari lokasi penjualan, cara berjualan, dan rasa rujaknya, masih sama enaknya. Rujak Kuah Pindang Bi ‘Ndun ini berisi beberapa bahan makanan yang bisa dipilih oleh pembeli. Di antaranya adalah kangkung, pare, krupuk ‘Mlarat’ khas Cirebon, dan olahan jantung pisang, serta dilengkapi dengan mie kuning, so’un, sambal, dan tentunya, kuah pindang buatan Bi ‘Ndun.

Iya, pembaca Cirebon Kuliner dapat memilih sendiri isian rujak sesuai selera. Namun yang paling khas tentu adalah air atau kuah pindang yang rasanya asin gurih ini. Entah, apakah ada unsur ikan pindang dalam proses pembuatan kuah pindang ini atau tidak, yang pasti, rasanya asin dan gurih. Dan saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan rujak dengan isian mie kuning, kangkung, dan krupuk Mlarat khas Cirebon, kemudian di siram sambal dan kuah pindang tentunya.

Yang penulis Cirebon Kuliner pesan ini berharga Rp 2.500,- saja. Jajanan ringan dari kampung seperti ini memang selalu menarik dan bisa membawa kenangan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Rasa dari Rujak Kuah Pindang Bi ‘Ndun ini memang enak, khas sekali. Ada pedas, ada asin, ada gurih, betul-betul tipe jajanan tradisional dari kampung. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang dan icip Rujak Kuah Pindang ‘Bi Ndun di Desa Setu Wetan, kawasan Plered, Kabupaten Cirebon.