Sebetulnya, penulis Cirebon Kuliner pernah mengulas Pisang “Kremes” yang sama, hanya saja, dulu yang dibahas adalah yang berlokasi di Komplek Stadion Bima yang biasa ramai padat di hari Minggu pagi. Dan walaupun masih penjual yang sama, penulis Cirebon Kuliner tetap berniat membahas dengan tujuan memberi informasi kepada seluruh masyarkat Cirebon dan seluruh pembaca Cirebon Kuliner.

Iya, Pisang “Kremes” khas Pontianak di kota Cirebon yang pertama kali adalah justru yang berlokasi di Kesambi, tepatnya di pinggir jalan, kaki lima di samping Supermarket baru, Superindo Kesambi. Pisang “Kremes” ini menawarkan kuliner ringan untuk kudapan atau cemilan, yaitu pisang goreng dengan inovasi tambahan kremes pada adonan luarnya, sehingga menambah rasa dan sensasi ketika kita menikmatinya.

Kuliner semacam ini memang tengah digandrunngi masyarakat kita, dan tentu dijadikan peluang para pebisnis kuliner yang ingin mencob peruntungan di bisnis ini. Namun begitu, yang penulis Cirebon Kuliner perhatikan, tentu tidak semua pebisnis pisang goreng modern semacam ini bisa bertahan. Dan Pisang “Kremes” di Kesambi kota Cirebon ini adalah salah satu yang hingga artikel ini dibuat masih dapat bertahan.

Hal ini sedikit banyak tentu dapat menggambarkan bagaimana respon masyarakat terhadap pisang goreng kreasi dari Pisang “Kremes” Kesambi kota Cirebon ini. Menurut penulis Cirebon Kuliner sendiri, rasa dari Pisang “Kremes” Kesambi ini memang tergolong enak, renyah, manisnya pas, cocok sekali untuk dijadikan cemilan. Terlebih, harganya yang murah, Rp 1.500,- saja per piece pisang goreng kremes.


Mungkin, salah satu trik yang membuat Pisang “Kremes” Kesambi ini dapat bertahan adalah kesabaran dari sang pemilik. Sang pemilik yang hingga sekarang masih ulet menjaga lapak jualannya, baik yang di Kesambi maupun di Bima ini memang tergolong sabar dan tekun. Tidak terburu-buru membuka sistem franchise atau waralaba seperti yang saat ini sedang digandrunngi. Karena toh pada akhirnya jika tidak matang betul, justru akan menghancurkan bisnis itu sendiri.

Terbukti, dengan keuletan dan kesabarannya, Pisang “Kremes” Kesambi masih sanggup bertahan hingga saat ini, walaupun yang ditawarkan sangatlah sederhana, hanya pisang goreng dengan inovasi kremesan. Itupun tanpa neko-neko tambahan keju, coklat, atau rasa-rasa lainnya. Mungkin hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi para pebisnis lainnya.

Melalui artikel ini, penulis Cirebon Kuliner tidak ada maksud memberi pelajaran kepada para pebisnis kuliner. Apa yang penulis Cirebon Kuliner tulis hanyalah berupa pemikiran sederhana penulis dari hasil perhatian dan analisa penulis terhadap dunia kuliner di kota Cirebon.