Nasi lengko khas Cirebon adalah kuliner tradisional yang paling sederhana. Dengan isian hanya tahu, tempe, tauge, dan timun, serta bumbu kacang dan kecap, nasi lengko masih terus lestari hingga kini dan tetap dicintai banyak masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya.

Pedagang nasi lengko khas Cirebon, tentu banyak sekali. Di setiap kampung pelosok Cirebon, hingga tengah kota Cirebon banyak penjual nasi lengko. Salah satu penjual nasi lengko di daerah kota yang masih bertahan hingga kini, walaupun kurang populer adalah nasi lengko di wilayah pasar Kanoman.

Warung nasi lengko ini dimiliki oleh Ibu Hj. Raminah dan Pak H. Kana. Bu Hj. Raminah dan Pak H. Kana ini sudah berualan nasi lengko khas Cirebon dari tahun 1965 di wilayah jalan Winaon – jalan Kanoman. Dari awal harga seporsi nasi lengko hanya 5 perak saja.


Saat Cirebon Kuliner datang berkunjung, usia Bu Hj. Raminah sudah berusia 85 tahun, sedangkan Pak H. Kana sudah berusia 97 tahun. Cirebon Kuliner datang di pagi hari dan berbincang-bincang dengan Bu Haji dan Pak Haji sembari menikmati nasi lengkonya.

Nasi lengko buatan Bu Haji dan Pak Haji ini tergolon enak sebetulnya, tidak kalah dengan nasi lengko kota Cirebon yang lebih populer sampai luar kota. Namun kesederhanaan dan kebersahajaan Bu Hj, Raminah dan Pak H. Kana yang mungkin tidak membutuhkan popularitas sehingga sampai saat ini masih teguh bertahan berjualan nasi lengko apa adanya di lapak sederhana di samping Klenteng pasar Kanoman.

Seporsi nasi lengko, dengan 6 krupuk dan 1 gelas teh manis hangat cukup dihargai Rp 14.000 saja. Harga yang terbilang masih murah meriah untuk seporsi makanan mengenyangkan. Terlepas dari persoalan nasi lengko yang dijual Bu Hj. Raminah dan Pak H. Kana ini, Cirebon Kuliner banyak mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pengalaman hidup yang diceritakan mereka berdua.

Bagi, masyarakat kota Cirebon yang gemar menyantap nasi lengko khas Cirebon, dan belum mencoba nasi lengko Bu Hj. Raminah dan Pak H. Kana, silahkan datang ke warung nasi lengkonya yang ada di samping Klenteng Kanoman, biasa buka dari pagi hingga siang hari. Dan bagi yang datang berkunjung dan menyempatkan diri untuk berbincang-bincang ringan dengan Bu Haji dan Pak Haji, semoga mendapatkan inspirasi kehidupan yang berharga dari mereka berdua.

Cirebon Kuliner bersama Bu Hj. Raminah dan Pak H. Kana – 6/12/2016