Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner pernah membahas kuliner yang sama, mie yamien “kipit” namun dengan penjual yang berbeda, di lokasi yang berbeda pula. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang masih heran dengan istilah “kipit,” ijinkan penulis Cirebon Kuliner menjelaskan secara singkat. Di kota Cirebon, kuliner mie sangat digemari, terlihat dari banyaknya penjual kuliner mie dengan berbagai varian, dari mulai mie baso, mie ayam, hingga mie yamien.

Nah.. mie yamien sendiri di kota Cirebon ada banyak yang populer, dan memiliki penggemarnya masing-masing. Dari mulai mie yamien yang dijajakan di rumah makan, hingga gerobak dorongan di pinggira jalan, termasuk salah satunya mie yamien “kipit” ini. Sebetulnya, ini istilah yang mungkin diciptakan penulis Cirebon Kuliner sendiri. “Kipit” sebetulnya berasal dari istilah untuk menggambarkan si penjual mie yamien yang sedang memasak mie dengan mengibas-ngibaskan kipas tradisional guna menjaga agar bara api sebagai sumber panasnya tetap menyala.

Bara api ini tentu harus dijaga agar tetap menyala sebagaimana mestinya. Para penjual mie yamien “kipit” ini menggunakan kubut atau kipas tangan tradisional dari anyaman bambu untuk menghasilkan angin guna menjaga nyala bara api. Dan kipit adalah kata untuk menggambarkan si penjual ketika sedag mengibas-ngibaskan kubut-nya ketika memasak mie-nya, “kipitt.. kipitt.. kipitt……”


Di kota Cirebon, penjual mie yamien kipit yang populer ada di beberapa titik, dan semuanya sudah pernah diulas penulis Cirebon Kuliner, yaitu mie yamien kipit yang berlokasi di jalan Kebon Cai, dan di jalan Pekalangan Tengah. Saling berdekatan memang, termasuk yang sedang dibahas penulis Cirebon Kuliner saat ini, Mie Yamien “Kipit” Jalan Pandesan. Memang, kawasan tiga jalan ini termasuk kawasan yang banyak teradapat penjual mie yamien kipit, dan ketiga-tiganya memilikipelanggan sendiri-sendiri.

Rasanya, menurut penulis Cirebon Kuliner, sederhana, tradisional, tidak neko-neko, namun justru hal inilah yang membuatnya lezat. Ditambah lagi harganya yang murah, hanya Rp 11.000,- saja dengan satu buah teh dalam kemasan botol. Tidak heran jika mie yamien kipit selalu ramai diserbu para pelanggannya walapun hanyalah mie yamien gerobak dorong tanpa kursi dan meja makan yang nyaman. Penasaran? Silahkan coba mie yamien kipit di kota Cirebon.