Untuk ke sekian kalinya, Cirebon Kuliner menulis ulasan mengenai mie yamien khas Cirebon. Kali ini, Cirebon Kuliner menulis sedikit lebih spesifik lagi mengenai mie yamien khas Cirebon. Setelah menelusuri ke beberapa sumber, seperti pada artikel sebelumnya yaitu, Mie Yamien Warkad Pak Edom bahwa asal muasalnya kuliner mie di Cirebon – dan kemungkinan besar di seluruh Indonesia bahkan dunia – adalah dari negeri Cina.

Ya, singkat cerita, warga keturunan Cina yang tinggal di kota Cirebon mencari nafkah dengan macam-macam cara, salah satu darinya adalah berjualan makanan khas negeri mereka, yaitu mie. Mie yang mereka jajakan adalah mie kering berbumbu dengan topping atau taburan daging babi (pada saat itu), lengkap dengan sayuiran, dilengkapi lagi dengan kuah terpisah berisi siomay, pangsit basah, baso, ada pangsit kering juga, dan ada baso tahu juga.

Lokasi awal penjualan Mie Yamien pada saat itu adalah di kawasan jalan Pandesan kota Cirebon. Pada waktu itu, dikarenakan yang menjual adalah warga keturunan Cina, maka mie yamien yang sedari dulu dijual dengan gerobak kecil nan khas ini disebut juga dengan “Mie Ncek”, sesuai dengan sebuan panggilan bagi para warga keturunan Cina.


Seiring waktu, rupanya kuliner mie yamien atau mie Ncek ini semakin digemari. Beberapa perubahan pun mengikuti, salah satunya tentunya adalah penggunaan daging babi yang diganti dengan daging ayam, karena mayoritas warga muslim Cirebon juga mulai gemar mengkonsumsi mie yamien ini. Pedagang mie Ncek pun semakin banyak.

Lambat laun, penjual mie yamien khas Cirebon ini bukan hanya dari kalangan warga keturunan Cina, namun warga asli pribumi Cirebon pun mulai banyak yang mahir membuat mie yamien khas Cirebon ini. Dan wilayah “endemik”-nya adalah di kawasan jalan Pandesan kota Cirebon. Tidak heran jika sampai sekarang, kawasan jalan Pandesan – jalan Pekalangan kota Cirebon ini banyak sekali penjual mie yamien khas Cirebon.

Nah, saat artikel ini dibuat, yaitu 19 November 2016, penjual mie yamien khas Cirebon yang masih menggunakan gerobak kecil nan khas masih ada beberapa. Namun, yang tertua dan masih bertahan hingga artikel ini dibuat adalah mie yamien yang biasa mangkal di kawasan jalan Bahagia kota Cirebon. Pedagangnya biasa dipanggil dengan sebutan Mang Doyok.


Saat berbincang-bincang dengan Mang Doyok, konon Mang Doyok sudah berjualan mie yamien khas Cirebon ini dari tahun 1972, saat usianya sekitar 19 tahun dengan status masih sebagai karyawan dari Bos mie Ncek. Dan di tahun 1972 saja, mie yamien khas Cirebon atau mie Ncek ini sudah sangat populer di kota Cirebon. Jadi masih belum jelas pasti kapan persisnya mie yamien khas Cirebon atau mie Ncek mulai muncul di kota Cirebon. Dan saat artikel ini dibuat, harga mie yamien khas Cirebon per mangkoknya adalah Rp 12.000, saja.

Menurut Mang Doyok juga, disebut mie yamien karena mie yang disajikan kering, dengan kuah terpisah. Informasi ini didapatkan Mang Doyok dari bertanya ke Bos-nya yang memang warga Cirebon keturunan Cina. Sedangkan mie yang basah atau dengan kuah menyatu langsung disebut dengan mie Teng. Namun nampaknya mie Teng kurang populer sampai sekarang.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap mie yamien khas Cirebon, tentu tahu beberapa titik di kota Cirebon yang biasa dijadikan tempat mangkal mie yamien khas Cirebon. Tujuan artikel ini dibuat adalah tentunya sebagai informasi bagi masyarkat Cirebon dan Indonesia perihal mie yamien khas Cirebon.

Oiya, ada dua versi mie yamien di kota Cirebon saat ini, yaitu mie yamien khas Cirebon, dan mie yamien khas Warkad atau “Warga Kadupandak” dari desa Ciamis, yang artikelnya pernah ditulis juga di sini.

Tujuan lain tidak lain tentunya adalah berharap agar mie yamien khas Cirebon tetap dapat lestari bertahan agar dapat terus dinikmati oleh generasi selanjutnya. Terlebih, akan lebih indah lagi apabila mie yamien khas Cirebon ini masih terus bertahan dengan penampilan gerobak kecilnya yang khas. Semoga bermanfaat.

Cirebon Kuliner bersama Mang Doyok, penjual mie yamien khas Cirebon jalan Bahagia kota Cirebon. Sudah berjualan mie yamien khas Cirebon dari tahun 1972, dan yang tertua yang masih bertahan.

Beberapa penjual mie yamien khas Cirebon lainnya: