Seperti yang sudah berkali-kali penulis Cirebon Kuliner tuangkan, kota Cirebon memang surganya mie yamien, dengan ciri khasnya sendiri, terutama di wilayah jalan Pandesan. Dengan latar belakang sejarah yang memang pada awalnya dipopulerkan oleh warga Cirebon keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan jalan Pandesan dengan berjualan mie yamien dengan cara berkeliling maupun warungan, mie yamien khas Cirebon terus bertahan dan semakin populer hingga kini.

Salah satu mie yamien di jalan Pandesan adalah warung Mie Yamien “Ateng”. Untuk informasi tamahan saja, sang pemilik yang biasa dipanggil dengan Bapak Ateng, memang sebelumnya telah lama bekerja sebagai karyawan sebuah mie yamien yang sudah terlebih dahulu ada lebih lama dan telah populer di salah satu sudut jalan Pandesan. Dan pada akhirnya Bapak Ateng memtuuskan untuk membuka sendiri usaha kuliner mie yamien dengan cita rasa khas Cirebon.

Walaupun di kawasan jalan Pandesan, jalan Pekalangan kota Cirebon ini terdapat banyak penjual mie yamien dengan penampilan yang berbeda-beda, dari mulai mie yamien dengan gerobak dorong tanpa tenda, kemudian mie yamien dengan warung sederhana, mie yamien yang sudah dalam bentuk warung permanen, nampaknya masyarakat kota Cirebon sudah memiliki mie yamien favorit masing-masing. Termasuk warung Mie Yamien “Ateng” ini, walaupun warungnya sederhana, namun sudah memiliki pelanggan setianya sendiri.


Mie Yamien “Ateng” dijual seharga Rp 10.000,- saja per mangkok, dengan tambahan Rp 1.000,- saja kita bisa mendapat tambahan satu pangsit goreng untuk semakin melengkapi sajian mie yamien ala Bapak Ateng ini. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan satu porsi mie yamien komplit dengan pangsit goreng. Saat pesanan datang, dari penampilan mie-nya, potongan daging ayamnya, sampai aroma dari kuah baso dan siomay rebusnya, lumayan menggugah selerah.

Terlebih, setelah nyruput kuah baso itu, sungguh, rasa yang tergolong enak sekali untuk ukuran warung kaki lima sederhana seperti ini. Begitu juga dengan mie-nya itu sendiri, bumbu mie yamiennya tidak berlebihan, tidak terlalu manis, pas saja. Tidak heran kalau warung Mie Yamien “Ateng” ini bisa bertahan hingga kini semenjak kurang lebih mulai berdiri dari tahun 2008. Walaupun ada banyak pesaing dengan penampilan tempat yang lebih nyaman, tidak membuat warung Mie Yamien “Ateng” ini kehilangan pelanggan. Nah, bagi pembaca Cirebon Kuliner, khususnya yang gemar dengan mie yamien khas Cirebon, silahkan tentukan sendiri pilihan favorit mie yamien di kawasan jalan Pandesannya ya.