Mie Koclok “Ibu Ijah” adalah salah satu mie koclok khas Cirebon yang sudah semenjak tahun 1950-an. Salah satu yang tertua di Cirebon. Mie Koclok “Ibu Ijah” sampai saat ini masih menggunakan pikulan tradisional, dan biasa mangkal tetap di kawasan jalan Lawanggada kota Cirebon, tepat di sekitaran toko susu murni Lawanggada.

Saat ini, memang sudah realtif sulit menemukan penjual mie koclok yang menggunakan pikulan tradisional seperti Mie Koclok “Ibu Ijah” saat ini. Penulis Cirebon Kuliner belum mendapatkan informasi yang jelas, apakah sudah dari dulu memakai nama “Ibu Ijah,” yang penulis Cirebon Kuliner tahu hanyalah bahwa saat ini, yang mengelola Mie Koclok “Ibu Ijah” adalah anak dari pedagang Mie Koclok “Ibu Ijah” pertama kali.


Harga satu porsi Mie Koclok “Ibu Ijah” ini Rp 8.000,-. Soal rasa, menurut penulis Cirebon Kuliner relatif, silahkan coba sendiri dan bandingkan dengan mie koclok lainnya yang pernah pembaca Cirebon Kuliner pernah coba. Dan soal tempat, walaupun menggunakan pikulan, Mie Koclok “Ibu Ijah” ini juga menyediakan sedikit ruang lesehan ataupun bangku panjang bagi yang ingin menikmati Mie Koclok “Ibu Ijah” langsung di tempat.

Memang, mie koclok adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang unik dan banyak penggemarnya. Sampai saat ini, ada beberapa warung mie koclok yang pernah diulas penulis Cirebon Kuliner, di antaranya adalah Mie Koclok Panjunan, dan Mie Koclok Mang Sam jalan Pekiringan.