Mungkin para pembaca bingung begitu mendengar judul artikel CirebonKuliner ini, khususnya dengan kosa kata kipit. Kipit dalam bahasa Cirebon berarti “mengibaskan” kipas angin ‘manual’ yang terbuat dari anyaman bambu yang disebut kubut. Hubungannya dengan kuliner ini adalah dalam pembuatan mie baso yamien, perebusan mie dan bahan-bahan makanan lainnya menggunakan bara api sebagai sumber panasanya, dan kubut sebagai sumber anginnya. Jadi, kubut di kipit-kipit untuk menghasilkan angin untuk menyalakan bara api.


Entah, kuliner ini ada atau tidak di kota lain selain Cirebon. Yang pasti, di Cirebon ada lumayan banyak penjual Mie Baso “Kipit” yang menjajakan mie nya dengan didorong keliling daerah pemasarannya. Salah satu yang terkenal enak dan konsisten berjualan hingga artikel ini dibuat adalah mie baso kipit di kawasan jalan Kebon Cai / jalan Pekalanan / jalan Pandesan. Yang menjadi ciri khas dari kuliner ini selain penggunaan bara api dan kipit adalah gerobaknya.


Penulis CirebonKuliner memesan satu porsi mie baso yamien komplit. Isinya, tidak jauh berbeda dengan mie yamien pada umumnya, selain mie dan baso, ada juga baso tahu, pangsit basah, pangsit goreng, siomay, serta sayuran. Soal rasa, sebetulnya rasa dari mie baso kipit sangatlah sederhana, tidak neko-neko, begitu natural apa adanya, tapi enak! Dan soal harga, jelas murah.. Untuk  satu porsi mie yamien komplit, kita cukup membayar seharga Rp 7.000,- saja.