Satu lagi ulasan kuliner khas Cirebon, Docang, yang ingin diulas penulis Cirebon Kuliner. Kali ini adalah Docang “Ibu Sukarti” yang biasa nge-lapak di kawasan wisata Keraton Kasepuhan. Penulis Cirebon Kuliner berkesempatan mengunjungi warung Docang “Ibu Sukarti” dipagi hari sembari sekalian mencari menu sarapan pagi.

Kawasan wisata Keraton Kasepuhan memang salah satu andalan kota Cirebon dalam aspek wisata. Keraton Kasepuhan juga memang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan lokal dan mancanegara yang ketika datang berkunjung ke kota Cirebon. Dan di sekitaran Keraton Kasepuhan ini, terdapat banyak sekali penjual kuliner, baik makanan maupun minuman.

Salah satu yang ada di pagi hari adalah Docang “Ibu Sukarti”. Selain menu Docang, warung Docang “Ibu Sukarti” ini juga menjual Nasi Lengko yang juga merupakan kuliner khas dari kota Cirebon. Saat berkunjung, penulis memesan satu porsi Docang khas Cirebon ala warung Docang “Ibu Sukarti”.


Kuliner murah meriah dari Cirebon ini memang tidak se-populer “saudara-saudaranya” seperti Empal Gentong atau juga Nasi Jamblang. Namun begitu, tetap saja tidak Docang adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang dicari, di pagi hari ataupun di sore dan malam hari, paling tidak, oleh warga asli kota Cirebon.

Satu porsi Docang “Ibu Sukarti” ini hanya Rp 6.000,- saja. Murah, kenyang, pas sekali untuk sarapan. Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang kebetulan sedang berkunjung ke kota Cirebon dan ada rencana mengunjungi Keraton Kasepuhan, bisa sekalian mencicipi salah satu kuliner khas dan otentik dari kota Cirebon, Docang, di warung Docang “Ibu Sukarti”.

Oiya, Docang adalah salah satu kuliner khas kota Cirebon yang berisi lontong, daun singkong, tauge, parutan kelapa, dan disiram dengan kuah dage. Dage adalah tempe yang kembali mengalami proses penjamuran sehingga menghasilkan penampilan, aroma, dan cita rasa yang berbeda. Ada beberapa versi mengenai latar belakang sejarah Docang. Versi pertama menyebutkan bahwa pada awalnya, Docang dibuat untuk meracuni para Wali dan Pangeran dari Cirebon. Sedangkan versi lainnya menyebutkan Docang berasal dari makanan sisa para Wali yang diolah kembali menjadi kuliner baru, yaitu Docang.