Kota Cirebon memang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota pemuas nafsu para pecinta kuliner di seluruh Indonesia. Terbukti dengan setiap akhir minggu Cirebon sudah semakin sesak dengan kedatangan para wisatawan dari luar kota Cirebon yang ingin mengunjungi Cirebon dengan berbagai tujuan wisata. Dari mulai wisata religi, budaya, hingga kuliner tentunya.

Dunia kuliner Cirebon memang semakin ramai dan variatif, dari kelas pikulan, gerobak dorong, kaki lima, hingga restoran atau rumah makan yang tergolong mewah. Salah satunya yang mulai ramai penggemarnya, warung makan kaki lima Bebek Blengong khas Brebes, yang lapaknya terletak di jalan Tuparev, persis di seberang dealer motor Suzuki, sebelum lampu merah Gunung Sari, biasa buka sore hingga malam hari.


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mendapati warung ini semakin ramai penggemar semenjak kemunculannya beberapa waktu lalu. Hal ini mungkin dikarenakan menu kuliner yang tergolong baru, yaitu bebek blengong. Penulis Cirebon Kuliner sendiri baru mendengarnya. Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek blengong, supaya bisa berbagi pengalaman dengan para pembaca Cirebon Kuliner lainnya.

Bebek Blengong rupanya adalah kuliner khas Brebes, kota tetangga Cirebon. Bebek Blengong menyajikan daging bebek yang dibakar, kemudian di potong kasar beberapa bagian saja. Yang kemudian dilumuri semacam bumbu kacang yang gurih dan sedap. Satu porsi bebek blengong ini dijual dengan harga Rp 18.000,- dengan satu porsi nasi. Harga yang cukup pasaran untuk ukuran bebek kaki lima.

Rasa bebek blengong menurut penulis Cirebon Kuliner mirip-mirip seperti sate, mungkin karena penggunaan teknik bakar, dan penggunaan bumbu kacang sebagai bumbu utamanya. Rasanya gurih, sedap, cocok sekali dinikmati di malam hari sebagai hidangan makan malam di Cirebon. Pembaca Cirebon Kuliner kini mempunyai satu lagi alternatif lain untuk makan malam, yaitu di warung makan Bebek Blengong di jalan Tuparev di seberang warung sate “H. Herman.”