Yang serba klasik, old school, atau tradisional memang timeless atau tidak lekang di makan waktu. Baik itu dalam aspek fashion, desain produk, termasuk kuliner. Dan Indonesia dengan ribuan pulaunya tentu memiliki ribuan resep kuliner tradsional yang berumur tua. Salah satu dari sekian banyak adalah ayam panggan ala Mbah Dinem, seorang petani sekaligus pengusaha asal Bantul yang memiliki tradisi membuat ayam panggang yang disajikan untuk acara-acara istimewa seperti nikahan, sunatan, selamatan, atau syukuran.

Hal lain yang membuat resep tradisional dari Mbah Dinem ini adalah pemilihan ayam kampung liar dan teknik memasak yang tanpa SMG, juga dengan menggunakan gerabah tradisional khas Bantul yang semakin mempertegas identitas ke-khas-annya. Keseluruhan proses memasak ini juga tidak melibatkan proses kukus, tanpa proses bakar yang menyentuh api, juga tanpa proses goreng. Selain itu, tentu ada bumbu-bumbu rahasia yang menjadikan cita rasa yang khas dan istimewa.

Walaupun dari sisi brand masih terbilang muda karena baru lahir di tahun 2016, dan dijalankan oleh keturunan langsung dari Mbah Dinem itu sendiri, namun nampaknya kelezatan ayam panggang ala Mbah Dinem ini semakin populer. Tidak heran jika Ayam Panggang “Mbah Dinem” ini juga sudah mulai hadir di kota Cirebon. Tepatnya berlokasi di jalan Kesambi nomor 97 kota Cirebon. Berpusat di kota Yogyakarta, kini Ayam Panggang “Mbah Dinem” sudah ada di kota Cirebon dan Riau, paling tidak di tahun 2017 ini saja. Dan tidak menutup kemungkinan akan terus berkembang semakin banyak cabangnya.

Cirebon Kuliner pun berkesempatan berkunjung untuk mencicipi kelezatan ayam panggang ala Mbah Dinem di kota Cirebon. Saat datang berkunjung, Cirebon Kuliner memesan 1/2 ayam seharga Rp 55,000 lengkap dengan nasi putih dan lalab serta sambal. Ada dua versi cita rasa dari ayam panggang ala Mbah Dinem ini, yaitu manis dan pedas. Dan Cirebon Kuliner memesan yang cita rasa pedas. Cirebon Kuliner juga sempat menyaksikan proses bagaimana ayam panggang ala Mbah Dinem ini dibuat sebelum disajikan kepada konsumennya. Dari prosesnya saja sudah menarik karena ayam dimasukan ke dalam gerabah khas Bantul, dan dimasak tanpa ada minyak dan tidak menyentuh api sama sekali.

Resep tradisional warisan leluhur, proses memasak yang original dan khas, serta suasana tempat makan yang tradisional juga tentu menjadikan kenikmatan menyantap menjadi lebih tinggi lagi. Oiya, Ayam Panggang “MBAH DINEM” ini juga sudah bersistem waralaba lho alias franchise. Jadi, buat para pengusaha yang berminat bermitra dan membuka kedai Ayam Panggang “Mbah Dinem” di kota anda, silahkan menghubungi nomor 085229111999.

Buat masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya yang ingin menikmati kuliner olahan ayam kampung liar yang tradisional, asli, original, dan tentu bercita rasa khas, maka Ayam Panggang “Mbah Dinem” ini sangat pas dijadikan pilihan. Datang dan coba langsung ke kedai Ayam Panggang “Mbah Dinem” di jalan Kesambi nomor 97 kota Cirebon, buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam.