Month: June 2014

Gado-Gado Uleg “Ibu Yati” Jln. Panjunan

Satu lagi warung penjual gado-gado uleg diulas penulis Cirebon Kuliner. Kali ini yang mangkal berjualan di kawasan jalan Panjunan kota Cirebon. Nama warungnya, sesuai nama sang pemilik sekaligus pembuat gado-gado uleg, yaitu warung Gado-Gado Uleg “Ibu Yati.” Warung Gado-Gado Uleg “Ibu Yati” jalan Panjunan kota Cirebon ini menjual dua jenis gado-gado, yaitu gado-gado uleg, dan gado-gado ayam atau gado-gado kuah. Cukup banyak memang penjual gado-gado uleg di kota Cirebon, namun hanya beberapa saja yang memiliki rasa yang enak dan populer di kota Cirebon. Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner mencoba menjajal bagaimana rasa dari gado-gado uleg ala Ibu Yati di jalan Panjuanan ini. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk sedikit berbincang-bincang dengan Ibu Yati. Ternyata, Ibu Yati sudah cukup lama berjualan, namun dulunya Ibu Yati berjualan gado-gado di daerah lain di kota Cirebon, dan baru pindah beberapa bulan saja di jalan Panjunan saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung. Warungnya yang kecil, di pinggir jalan, dan tanpa meja ini memang sangatlah sederhana dan sangat mencerminkan potret usaha kecil masyarakat kecil di Indonesia, dimana kebanyakan masyarkat kecil Indonesia berjualan dengan modal seadanya, yang akhirnya menghasilkan penampilan seadanya, tempat seadanya, namun, tidak sedikit yang memiliki kualitas barang jualan yang tidak seadanya. Banyak masyarakat Indonesia yang kini sukses, berawal dari berbisnis kuliner dari posisi yang betul-betul di bawah. Nah.. Bagaimana dengan gado-gado uleg dari Ibu Yati jalan Panjunan kota Cirebon ini? Menurut penulis...

Read More

Bakmi Jawa “Sumber Kasih”

Sebetulnya, apa perbedaan mie baso, mie yamien, mie ayam, dan bakmi? Persoalan ini sudah pernah dibahas penulis Cirebon Kuliner dalam beberapa artikel ulasan yang membahas kuliner mie yang ada di Cirebon. Baik, penulis Cirebon Kuliner ulas kembali sebelum membahas Bakmi Jawa “Sumber Kasih” lebih jauh lagi. Namun sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner ingin menyampaikan bahwa yang penulis jelaskan bukanlah berdasarkan keahlian seseorang di bidang kuliner, namun hanya berdasarkan pengalaman mencicipi, dan membedakan masing-masing hidangan yang disebut mie ayam, mie yamien, mie baso, dan bakmi. Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, mie baso adalah hidangan mie yang diberi topping atau isi sayuran seperti tauge, dan sesim, lengkap dengan kuah, dan dihidangkan langsung satu mangkok. Contohnya seperti mie baso Solo, atau mie baso Malang. Mie ayam adalah hidangan kuliner mie, tanpa kuah, dengan bumbu, dengan topping suwiran daging ayam yang berbumbu, dengan sayuran sesim, lengkap dengan saos tomat dan bawang goreng di atasnya. Dan mie yamien adalah hidangan mie berbumbu – yang bumbunya berbeda dengan mie ayam – dengan topping suwiran daging ayam – suwiran daging ayamnya pun berbumbu berbeda dengan mie ayam – disajikan dengan kuah di mangkok terpisah, lengkap dengan isian lainnya seperti pangsit kukus, pangsit goreng, siomay kukus, tahu, baso tahu, juga sayuran seperti sesim, acar mentimun. Mie yamien juga biasanya memiliki varian mie yamien jamur sebagai pelengkapnya. Nah, sedangkan bakmi sebetulnya sama dengan mie yamien, namun ada bakmi asli...

Read More