Month: May 2014

“Hisana” Fried Chicken

Hidangan kuliner ayam goreng sudah menjadi hidangan sejuta umat di dunia, termasuk di Indonesia. Dari mulai ayam goreng tradisional ala Jawa atau Sunda, hingga ayam goreng dengan sentuhan modern ala Barat yang semakin populer semenjak kemunculan brand terkenal dari Barat. Hingga kini, usaha kuliner yang menjual ayam goreg crispy ala fried chicken (ayam goreng ala Barat) ini sudah sangat menjamur di Indonesia. Di setiap kota, pasti ada saja masyarakat yang membuka usaha berjualan ayam goreng crispy di pinggir jalan dengan gerobak sederhana. Sampai ada beberapa merk yang sudah bersistem franchise atau waralaba, salah satunya adalah “Hisana” Fried Chicken. Di kota Cirebon sendiri, paling tidak, penulis Cirebon Kuliner melihat ada satu counter “Hisana” Fried Chicken yang berlokasi di jalan Majasem kota Cirebon. “Hisana” Fried Chicken di jalan Majasem kota Cirebon ini merupakan counter kecil sederhana yang menjual fried chicken ala “Hisana” dengan cara take-away. Penulis Cirebon Kuliner sendiri akhirnya tertarik untuk datang berkunjung dan mencoba ayam gorengnya setelah beberapa kali melintas, “Hisana” Fried Chicken jalan Majasem kota Cirebon ini hampir setiap saat ramai. Pada saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat ayam goreng ala “Hisana” ini terlihat secara fisik lebih menarik dibanding merk-merk lain yang menjual fried chicken pinggir jalan. Iya, ayam gorengnya terlihat lebih menarik, tidak pucat, terlihat lebih crispy, dan terlihat lebih mirip dengan fried chicken milik merk-merk yang lebih populer. Dari harga pun, “Hisana” Fried Chicken menyajikan...

Read More

Gado-Gado Uleg Jln. Siliwangi

Gado-Gado hanyalah salah satu dari sekian banyak kuliner asal tanah air kita Indonesia. Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, ada dua jenis gado-gado secara garis besar, yaitu gado-gado uleg, dan gado-gado siram atau biasa disebut juga gado-gado ayam. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali menulis ulasan mengenai kuliner gado-gado yang populer di kota Cirebon. Sekarang satu lagi penjual gado-gado yang menurut penulis Cirebon Kuliner layak dicoba! Adalah Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi yang penulis Cirebon Kuliner rekomendasikan kali ini. Dimana tepatnya? Persis di samping Gang Tanda Barat II, di samping alun-alun Kejaksan jalan Siliwangi, di seberang RS Sumber Kasih kota Cirebon. Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi ini dijual dengan gerobak sederhana oleh seorang Ibu. Jangan lihat penampilannya, mari coba dulu! Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba satu porsi gado-gado uleg seharga Rp 10.000,- saja. Oiya, Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi ini biasa buka dari pagi sekitar pukul 9 sampai sore pukul 4. Dari cara membuatnya, sampai penampilannya, ini memang jelas gado-gado uleg, bukan gado-gado siram atau gado-gado ayam. Setelah mencoba, menurut penulis Cirebon Kuliner, Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi kota Cirebon ini memang enak sekali. Murah, nikmat, dan di pinggir jalan, sangat Indonesia kan? Bisa dinikmati dipagi hari sebagai sarapan, atau disiang hari sebagai makan siang, atau sore hari sebagai cemilan berat. Ada pembaca Cirebon Kuliner yang gemar gado-gado uleg? Silahkan coba Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi...

Read More

Mie Baso “Kliwon”

Di kota Cirebon, tentu banyak sekali penjual kuliner mie, dari mulai mie baso, mie ayam, mie yamien, termasuk bakmi yang sebetulnya sama dengan mie yamien. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah banyak sekali menulis ulasan mengenai hidangan kuliner dari mie ini. Dan ini satu lagi, Mie Baso “Kliwon” di daerah Kalitanjung kota Cirebon. Bagi masyarakat kota Cirebon yang gemar menyantap mie baso, tentu sudah tidak asing lagi dengan naman Mie Baso “Kliwon” karena warung cabangnya sudah ada beberapa di kota dan kabupaten Cirebon. Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah warung Mie Baso “Kliwon” yang berlokasi di daerah Kalitanjung kota Cirebon. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat warung Mie Baso “Kliwon” ini menawarkan dua macam hidangan mie, yaitu mie baso dan mie ayam. Apa bedanya? Penulis Cirebon Kuliner sudah pernah menulis perbedaannya di artikel ulasan Mie Baso “Jalan Pandesan” kota Cirebon. Perbedaannya adalah, mie baso dihidangkan langsung dengan kuah berbumbu, komplit dengan isian baso, dan sayuran, dengan varian baso ceker, baso urat, babat, dll. Mie ayam tidak memiliki kuah, mie-nya berbumbu, dengan topping suwiran daging ayam berbumbu. Sedangkan mie yamien atau bakmi adalah mie berbumbu (yang bumbunya berbeda dengan mie ayam), dengan topping suwiran daging ayam yang juga berbumbu berbeda dengan suwiran daging ayam pada mie ayam, atau ada juga mie yamien dengan varian topping jamur. Mie yamien atau bakmi biasa disajikan dengan kuah terpisah berisi baso, tahu, dan siomay kukus. Nah,...

Read More

Mie Baso “Jln. Pandesan”

Pembaca Cirebon Kuliner mungkin bingung, ini mie baso di jalan Pandesan yang mana? Karena cukup banyak penjual kuliner mie di kawasn jalan Pandesan kota Cirebon. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah banyak membuat ulasan mengenai penjual mie di jalan Pandesan, terutama mie yamien. Dan Mie Baso “Jalan Pandesan” ini adalah penjual mie baso yang biasa mangkal di sebuah gang kecil di jalan Pandesan, yang masih menggunakan gerobak sederhana. Mie Baso “Jalan Pandesan” ini menjual mie baso dan mie ayam, yang tentunya berbeda. Iya, mie baso, mie ayam, dan mie yamien adalah hidangan kuliner yang berbeda. Untuk mudahnya, mie baso adalah mie baso yang kita kenal seperti mie baso khas Solo yang disajikan langsung dengan kuah dan sayur, sedangkan mie ayam adalah mie dengan topping suwiran daging ayam yang telah diberi bumbu. Sedangkan mie yamien adalah mie dengan bumbu yang berbeda dengan mie ayam, suwiran daging ayamnya juga berbeda, begitu juga pelengkapnya, biasanya mie yamien dilengkapi dengan kuah terpisah, lengkap dengan baso, tahu, dan siomay kukus. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba satu porsi mie baso dan satu porsi mie ayam. Bisa dilihat dari gambarnya, mie baso dan mie ayam itu berbeda, begitu juga dengan mie yamien yang gambar-gambarnya bisa dilihat pembaca Cirebon Kuliner di ulasan-ulasan berbeda di situs ini. Mie Baso “Jalan Pandesan” ini termasuk selalu ramai dibeli pelanggan setianya. Soal rasa menurut penulis Cirebon Kuliner, tergolong enak. Namun begitu, tetap,...

Read More

Susu Murni Organik “Moo”

Penulis Cirebon Kuliner yakin, masyarakat Indonesia sangat sadar akan pentingnya nutrisi yang baik bagi kesehatan. Dan tentunya, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita adalah faktor utama yang mempengaruhi tingkat kesehatan kita. Salah satu yang terpenting yang dibutuhkan tubuh kita adalah susu, susu murni tentunya yang tidak mengandung bahan kimia appun. Nah, di kota Cirebon saat ini sudah ada penjual susu murni yang organik. Organiknya dari mana? Dari makanan sapi si penghasil susunya tentunya. Adalah Susu Organik “Moo” yang terletak di salah satu sudut jalan DR Cipto kota Cirebon yang menawarkan minuman susu murni organik. Susu yang dijual berasal dari peternakan sendiri dimana sapi-sapi penghasil susunya diberi pakan organik yang tentunya non bahan kimia, sehingga menambah nilai lebih pada susu yang dihasilkan. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencoba susu murni dari Susu Murni Organik “Moo” jalan Cipto kota Cirebon ini. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu gelas susu murni tanpa rasa (original). Dan betul saja, beda dengan susu murni pada umumnya, rasa susu murni organik ini terasa lebih segar. Soal manfaat juga tentunya lebih baik bagi tubuh kita. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang sedang mencari susu murni organik, susu murni yang betul-betul menyehatkan, silahkan coba datang kunjungi kedai kecil Susu Murni Organik “Moo” di jalan DR Cipto kota Cirebon, persis di samping jembatan jalan Cipto sebelum dekat...

Read More