Month: December 2013

“Vanilla” Cafe

Kota Udang, Cirebon, kota kecil di pesisir Utara pulau Jawa Barat, perbatasan Jawa Tengah ini semakin menunjuk potensinya, terutama di sektor pariwisata, lebih spesifik lagi, di dunia kulinernya. Iya, saat ini, semakin banyak tempat makan bermunculan di kota Wali ini. Salah satu yang terbaru muncul di kota Cirebon adalah “Vanilla” Cafe yang terletak di jalan Cangkring II, tidak jauh dari warung Nasi Jamblang “Ibu Nur”. “Vanilla” Cafe mencoba menawarkan sesuatu yang baru untuk masyarakat kota Cirebon. Dengan konsep cafe sederhana yang berlokasi di jalan Cangkring II, yang sebetulnya bukan merupakan jalan utama kota Cirebon, “Vanilla” Cafe hadir dengan nuansa berbeda di kota Cirebon. Terletak di jalan Cangkring II, “Vanilla” Cafe menjadi berkesan eksklusif karena tidak terletak di pusat keramaian kota Cirebon. Bagi penggila fashion di kota Cirebon, seharusnya tidak asing dengan nama “Vanilla” sebelumnya yang hadir di bisnis butik. Dan kali ini juga, “Vanilla” Cafe hadir dengan “Vanilla” Boutique yang terletak di lokasi yang sama. Hal ini tentunya menjadi nilai lebih sendiri bagi “Vanilla” Cafe. Bagi kawula muda kota Cirebon yang doyan belanja fashion, “Vanilla” Cafe bisa menjadi tempat berlabuh untuk memanjakan diri, karena setalah puas berbelanja pakaian, bisa langsung santai di “Vanilla” Cafe sambil menikmati menu makanan dan minuman yang ada. “Vanilla” Cafe mencoba menawarkan menu nusantara dan Eropa, seperti sop buntut, nasi goreng, dan juga pasta ala Italia. Sedangkan elemen lain yang juga patut dibanggakan masyarakat kota Cirebon adalah minuman kopinya. Iya, “Vanilla” Cafe juga menawarkan...

Read More

Bakso Malang “Nusantara”

Ini pertama kalinya penulis Cirebon Kuliner mengulas kuliner bakso khas Malang. Sebelumnya, sudah lumayan banyak kuliner bakso yang diulas penulis Cirebon Kuliner, terlebih mie baso yamien, karena kota Cirebon memang memiliki banyak sekali penjual mie yamien. Sedangkan bakso khas Malang, baru satu yang  penulis Cirebon Kuliner temukan yang sudah berbentuk warung, selebihnya, masih dijual secara khas tradisional dengan gerobak keliling. Adalah Mie Bakso Malang “Nusantara” yang berlokasi di kawasan jalan Pecilon (masuk dari jalan Cipto) yang penulis Cirebon Kuliner akan bahas kali ini. Lokasi Mie Bakso Malang “Nusantara” tidak terlalu jauh dari CSB Mall kota Cirebon. Dengan tempat makan yang sudah berbentuk warung semi permanen, tentunya memberi nilai lebih tersendiri dibandingkan dengan mie bakso khas Malang yang masih dijual secara keliling dengan menggunakan gerobak dorong. Saat penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi komplit mie bakso khas Malang ala warung Mie Bakso Malang “Nusantara” jalan Pecilon. Perbedaan mie bakso khas Malang dengan mie bakso khas lainnya adalah, selain cita rasanya tentunya, juga isiannya. Mie bakso khas Malang biasanya berisi tiga macam bakso yaitu bakso urat, bakso daging, dan bakso ikan. Serta ada tambahan bakwan basah dan kering, tahu goreng, dan mie itu sendiri tentunya. Satu porsi mie bakso khas Malang komplit di warung Mie Bakso Malang “Nusantara” jalan Pecilon kota Cirebon ini dijual hanya seharga Rp 13.000,- saja. Murah, enak, dan cukup kenyang tentunya. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang...

Read More

Juice “IT” & Mie Yamien “Mang Pardi”

Bisa dikatakan, kota Cirebon memiliki banyak penjual mie yamien. Dan sudah banyak juga mie yamien dan mie-mie lainnya yang dibahas penulis Cirebon Kuliner. Kini, satu lagi warung penjual mie yamien yang tergolong baru di kota Cirebon, yaitu Mie Yamien “Mang Pardi” yang satu lapak dengan Juice “IT” di jalan Tentara Pelajar, persis setelah jembatan (bekas warung Nasi Jamblang “Ibu Nur”). Di warung Mie Ayam “Mang Pardi” dan Juice “IT” ini pembaca Cirebon Kuliner tentu bisa memesan mie yamien yang komplit dengan siomay basah, tahu, dan bakso, serta minuman jus berbagai pilihan sesuai selera. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu posi mie yamien dan satu jus stroberi. Satu porsi mie yamien dan jus stroberi di lapak Mie Yamien “Mang Pardi” & Juice IT ini hanya Rp 16.000,- saja. Dari sisi rasa, rasa mie yamiennya juga tergolong lumayan enak, begitu juga dengan jus-nya, segar. Tempatnya pun walapun kecil, namun cukup nyaman bagi pengunjung. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang dan cicipi sendiri Mie Yamien “Mang Pardi” dan berbagai pilihan jus dari Juice “IT” di jalan Tentara Pelajar kota Cirebon, persis setelah jembatan (bekas warung Nasi Jamblang “Ibu Nur” sebelum pindah ke jalan...

Read More

Warung “Uun”, Jln. Lemahwungkuk

Kawasan jalan Lemahwungkuk kota Cirebon memang salah satu kawasan yang ramai, karena selain terdapat Pasar Tradisional Kanoman juga terdapat pusat perbelanjaan yang walaupun tidak seramai dulu, tetap disukai masyarakat kota Cirebon, yaitu Cirebon Mall. Di sekitaran jalan Lemahwungkuk ini juga pembaca Cirebon Kuliner dapat menemukan beberapa kuliner, yang banyak di antaranya juga telah diulas penulis Cirebon Kuliner. Dan ini satu lagi, Warung “Uun” yang biasa buka pagi hari menjual berbagai menu masakan rumahan yang sederhana untuk sarapan pagi. Penulis Cirebon Kuliner pun mencoba berkunjung untuk mencoba salah satu menu yang ada di Warung “Uun” jalan Lemahwungkuk ini. Dari suasananya, cukup membumi, terlihat dari beberapa pelanggan Warung “Uun” yang datang cukup akrab dengan pemilik Warung “Uun” ini. Suasana akrab ini ditambah dengan kondisi warung yang sederhana, yang tentunya menambah suasana tersendiri, apalagi dipagi hari. Dari menunya, penulis Cirebon Kuliner melihat ada beberapa, seperti lontong sayur, opor ayam, sambal goreng, oreg kering, dan beberapa macam sayuran. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah nasi dengan opor ayam, oreg kering, dan perkedel kentang. Dengan tambahan 4 buah krupuk, penulis Cirebon Kuliner cukup membayar Rp 16.000,- saja. Kenyang dan murah, ditambah suasana pagi hari dan keakraban yang mungkin tidak didapat di tempat-tempat yang lebih modern. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencari sarapan pagi dengan suasana rumahan dan tradisional, bisa coba makan pagi di Warung “Uun” di jalan Lemahwungkuk kota Cirebon, sebelum Pasar...

Read More

Cafe “Sheryl”

Perkembangan kota Cirebon memang pesat sekali, terutama di sektor pariwisata. Terlihat dari pesatnya pertumbuhan elemen-elemen pariwisata seperti hotel, mall, dan tempat makan tentunya. Salah satu tempat nongkrong terbaru dengan konsep cafe adalah Cafe Sheryl yang terdapat di jalan Wahidin nomor 26 kota Cirebon, tepatnya di seberang Bank Sinarmas kota Cirebon. Cafe Sheryl ini termasuk unik, karena menggunakan tenda semi permanen yang kemudian ditata sedemikian rupa sehingga cukup nyaman untuk dijadikan sebuah cafe. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang mengunjungi Cafe Sheryl. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat penampilan yang cukup menarik, selain dari warnanya, yaitu ungu dan kuning, juga dari penataan cahaya lampu hias dan tanaman hiasnya. Begitu masuk, ada dua set sofa yang tampak cukup nyaman di depan layar besar yang biasanya digunakan untuk komunitas fans club sepakbola untuk rutin nobar di Cafe Sheryl. Dari menu, penulis Cirebon Kuliner melihat ada beberapa menu yang cukup familiar dan menarik untuk dicicipi. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan saat datang berkunjung adalah Iga Bakar ala Cafe Sheryl, dan minuman coklat panas yang memang cocok sekali dinikmati di malam hari. Dari sisi penampilan dan rasa, menu dari Cafe Sheryl Cafe ini cukup menarik, dan rasanya juga lumayan. Begitu juga dengan harga, cukup terjangkau. Plot Cafe Sheryl ini memang cocok untuk muda-mudi yang ingin nongkrong bersama teman-teman atau komunitas hobi. Atau bersama pasangan, karena suasana Cafe Sheryl cukup romantis. Walaupun tempatnya tidak besar,...

Read More
  • 1
  • 2