Month: October 2013

Nasi Jamblang Jln. Kebon Cai

Penulis Cirebon Kuliner sudah banyak sekali membahas kuliner nasi Jamblang sebagai salah satu kuliner khas dari Cirebon. Dan ini satu lagi penjual nasi Jamblang khas Cirebon. Namun kali ini, penulis Cirebon Kuliner ingin lebih menekankan bahwa yang diulas kali ini adalah penjual nasi Jamblang khas Cirebon yang sangat tradisional, yang Cirebon banget, yang waktu jaman dahulu, beginilah cara nasi Jamblang dijajakan. Dan yang lebih penting lagi, penggunaan daun jati yang sebagai pembungkus nasi, bukan sekedar alas nasi. Mengapa penulis Cirebon Kuliner ingin menekankan hal ini? Karena saat ini, nasi Jamblang khas Cirebon secara perlahan mulai kehilangan identitas sejatinya? Apa itu identitas sejati nasi Jamblang? Ya itu tadi, penggunaan daun jati sebagai pembungkus nasi, bukan sekedar alas nasi semata! Yup, saat ini, banyak sekali warung-warung penjual nasi Jamblang yang sudah populer di Cirebon yang menjual nasi Jamblang dan menu-menunya, namun hanya ‘memperlakukan’ daun jati sebagai alas-nya saja, bukan sebagai pembungkus nasinya. Memang, apa bedanya? Jelas beda, penggunaan daun jati sebagai pembungkus nasi memberikan aroma, cita rasa, dan karakter tersendiri pada nasinya! Dan itulah ciri khas, dan identitas sejati dari Nasi Jamblang khas Cirebon! Lalu, dimana saja penjual nasi Jamblang khas Cirebon yang masih ‘memperlakukan’ daun jati sebagai pembungkus nasinya, bukan hanya sekedar alas saja? Salah satunya adalah Nasi Jamblang yang biasa ngelapak di pagi hari di jalan Kebon Cai kota Cirebon. Jalan Kebon Cai berada di sekitaran belakang Dept.Store Yogya Grand, atau lebih dikenal oleh masyarakat Cirebon dengan sebutan Yogya...

Read More

Raja Baso Tahu “Saboga”

Raja Baso Tahu “Saboga” pertama kali berdiri pada tahun 1983 dimana pada awalnya, sistem penjualan masih mengguanakan cara titip-jual di toko-toko, pasar, dan P&D di kota Bandung. Dan akhirnya di tahun 2003 Raja Baso Tahu “Saboga” mulai berkembang dan secara serentak mulai memiliki beberapa outlet di kota Bandung. Dan sejak saat itu hingga kini, nama Raja Baso Tahu “Saboga” mulai populer. Saat ini, Raja Baso Tahu “Saboga” sudah bersistem franchise atau waralaaba, dan telah memiliki banyak outlet di kota-kota di Indonesia, dan salah satunya di kota Cirebon. Yup, kini masyarakat kota Cirebon dapat menikmati kelezatan menu-menu kuliner yang ada di Raja Baso Tahu “Saboga” yang tepatnya berlokasi di foodpark Dermaga CSB Mall kota Cirebon. Dengan lokasi yang berada di salah satu Mall terbesar di kota Cirebon, semakin memudahkan masyarakat kota Cirebon yang ingin menikmati menu-menu Raja Baso Tahu “Saboga”. Raja Baso Tahu “Saboga” memiliki beberapa menu diantaranya adalah aneka baso, aneka baso tahu, aneka batagor, dan ada juga nasi goreng dan beberapa menu lainnya, termasuk menu minuman. Penulis Cirebon Kuliner sendiri saat berkunjung mencoba menu mie yamien special ala Raja Baso Tahu “Saboga”. Mie yamien special ala Raja Baso Tahu “Saboga” ini berisi daging ayam, jamur, pangsit goreng, serta baso dan sayuran dengan kuah. Dengan minuman iced green tea, harga yang harus dibayar adalah sekitar Rp 30.000,-an.  Dengan rasa yang enak, dan harga yang cukup terjangkau, tentu Raja Baso Tahu “Saboga” sangat diminati masyarakat, terlebih dengan lokasi yang berada di...

Read More

Dunkin’ Donuts Jln. SIliwangi

Lho… Ngapain Dunkin’ Donuts dibahas segala? Mungkin itu pertanyaan yang spontan muncul dari pembaca Cirebon Kuliner. Oke, penulis Cirebon Kuliner setuju apabila merk-merk besar rasanya sudah tidak perlu “dipromosikan” atau diulas lagi di CirebonKuliner.com. Namun sebelum perlu pembaca ketahui terlebih dahulu, untuk yang satu ini, penulis Cirebon Kuliner lebih bertujuan untuk berbagi pengalaman personal saja mengenai Dunkin’ Donuts jalan Siliwangi. Oleh karena alasan itu juga penulis Cirebon Kuliner spesifik membahas Dunkin’ Donuts di jalan Siliwangi, bukan Dunkin’ Donuts yang ada di Grage Mall kota Cirebon. Begini, pertama, Dunkin’ Donuts adalah merk besar franchise yang menjual donat khas negeri Paman Sam. Sudah beberapa dekade Dunkin’ Donuts masuk Indonesia dan masih dapat bertahan hingga sekarang, walaupun tentunya, pembaca Cirebon Kuliner pun tahu saat ini ada pesaing Dunkin’ Donuts yang betul-betul digemari masyarakat Indonesia. Namun bagaimanapun juga, Dunkin’ Donuts nampaknya tetap memiliki penggemar tersendiri di Indonesia. Di kota Cirebon sendiri, Dunkin’ Donuts ada 2, di jalan Siliwangi dan di Grage Mall. Dua-duanya sama-sama sudah lama eksis di kota Cirebon, dan masih bertahan hingga kini. Hanya saja menurut penulis Cirebon Kuliner, Dunkin’ Donuts yang berada di jalan Siliwangi memiliki kesan tersendiri karena selain bangunannya yang berdiri sendiri (bukan di dalam Mall), juga lokasi bangunannya yang berada di salah satu jalan utama kota Cirebon, dan tentunya adalah penampilan yang semenjak dahulu tidak ada perubahan besar. Bagi masyarakat kota Cirebon yang suka dengan donat-donatnya Dunkin’ Donuts,...

Read More

Nasi Lengko Jln. Pekalangan

Wilayah jalan Pagongan hingga belok kiri jalan Pekalangan memang bisa dibilang wilayah penjual nasi lengko di kota Cirebon. Dan yang menjadi ciri khas adalah lokasi jualannya yang berada di gang kecil, sehingga menambah suasana tersendiri. Salah satu yang laris manis hingga kini adalah penjual nasi lengko yang berada di sebuah gang kecil di jalan Pekalangan kota Cirebon. Walaupun tidak memiliki ‘merk’ dagang, penjual nasi lengko yang satu ini tetap laris manis dan memiliki banyak pelanggan setia hingga kini. Selain lokasinya yang berada di gang kecil, yang membuat penulis Cirebon Kuliner tertarik tentunya adalah fakta bahwa penjual nasi lengko di jalan Pekalangan ini dapat bertahan hingga kini. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung di pagi hari untuk sarapan. Karena nasi lengko khas Cirebon memang paling pas dinikmati di pagi hari sebagai sarapan. Apalagi menikmatinya langsung di tempat, tidak dibawa pulang, karena suasana pinggir jalan dan gang kecil akan menambah kenikmatan tersendiri saat menyantap nasi lengko khas Cirebon. Saat menyantap nasi lengko jalan Pekalangan kota Cirebon ini, penulis Cirebon Kuliner memang betul-betul merasakan pengalaman yang unik dan menyenangkan. Selain nikmatnya rasa nasi lengko jalan Pekalangan itu sendiri, juga suasana udara pagi hari yang masih lengang dan udara pun masih adem. Sambil menikmat sepiring nasi lengko khas Cirebon, kita bisa menikmati suasana pagi kota Cirebon. Satu porsi nasi lengko jalan Pekalangan ditambah 5 krupuk dijual dengan harga Rp 10.000,- saja....

Read More

Sate Kambing Khas Solo “Mba Yuni”

Daging kambing merupakan salah satu sumber bahan kuliner yang menggoda dan dapat diolah menjadi berbagai macam varian kuliner. Di berbagai negara pun daging kambing banyak digunakan sebagai bahan makanan favorit masyarakatnya. Di Indonesia sendiri, salah satu olahan daging kambing yang paling populer adalah sate kambing tentunya. Walaupun nampaknya sederhana, namun ternyata setiap kota di Indonesia memiliki cita rasa yang berbeda-beda dalam mengolah sate kambing. Hal inilah yang dirasakan penulis Cirebon Kuliner ketika berkunjung ke warung makan khas Solo “Mba Yuni” yang menjual berbagai macam kuliner dengan cita rasa Solo. Ada sate kambing, tongseng kambing, sop kambing, gule kambing, nasi goreng kambing, juga ada ayam penyet, dan masih banyak berbagai menu lainnnya. Warung makan khas Solo “Mba Yuni” ini terletak di jalan Moh. Toha nomor 48 kota Cirebon. Dan saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 5 tusuk sate kambing, 1 porsi tongseng kambing, 1 porsi nasi, dan 1 teh tawar hangat, semuanya ini seharga Rp 51.000,-. Harga yang memang relatif tinggi. Tapi tunggu dulu, bagaimana jika dibandingkan dengan rasanya. Setelah mencicipi, menurut penulis Cirebon Kuliner, sate kambing dan tongseng kambing di warung makan khas Solo “Mba Yuni” ini tergolong enak. Sate kambingnya empuk, tidak berbau prengus. Bumbunya berbeda dengan sate kambing ala Cirebon, atau juga ala Madura. Jika sate kambing ala Cirebon banyak menggunakan bumbu kacang, dan sate kambing ala Madura banyak menggunakan kecap, maka sate kambing khas Solo rasanya...

Read More