Month: June 2013

Warung “Leko”

Warung “Leko,” tempat makan berkonsep resto nyaman, yang merupakan anak cabang dari warung-warung “Leko” lainnya yang sudah ada di kota-kota besar di Indonesia, juga telah hadir di kota Cirebon. Dengan konsep resto ini, Warung “Leko” memang tampil menawan dan berkesan bonafid. Penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi bagaimana Warung “Leko” itu. Dari luar, Warung “Leko” yang berlokasi di jalan Kesambi, sebelah kanan jalan sebelum LP Kesambi dari arah RS Gunung Jati ini nampak begitu cozy. Begitu masuk, suasana yang lebih nyaman lagi langsung singgap. Dengan tatanan interior yang baik, menjadikan Warung “Leko” ini resto yang mempunyai nuansa tersendiri di kota Cirebon. Menu-menunya pun menu-menu kuliner yang tidak asing di lidah orang Indonesia, seperti iga penyet, ayam penyet, bebek penyet, sayur asem, sop iga, dan masih banyak lagi. Areal smoking Bebek Penyet ala “Leko” Es Lemon Degan ala “Leko” Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek penyet, komplit dengan nasi, dan Lemon Degan ala Warung “Leko” sebagai minumannya. Semuanya ini tidak lebih dari Rp 30.000,-. Untuk ukuran resto senyaman Warung “Leko” dan dibandingkan dengan rasanya, harga ini sangatlah murah menurut penulis Cirebon Kuliner. Belum lagi, masih ada area outdoor  bagi yang membutuhkan smoking area, juga ada lahan parkir yang luas, dan juga tempat khusus untuk meeting. Semua fasilitas dan kelebihan yang dimiliki Warung “Leko” ini memang menjadikan Warung “Leko” layak sebagai resto idola yang...

Read More

Roti’O

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berasal dari kota besar di luar Cirebon, mungkin sudah tahu soal Roti’O. Namun bagi warga Cirebon, mungkin baru di tahun 2013 saja mengetahui soal Roti’O ini. Dan kali ini, penulis Cirebon Kuliner berkesempatan untuk membahas soal kuliner Roti’O ini. Roti’O menawarkan roti sederhana berisi mentega, berasa manis. Di Cirebon, Roti’O ada di Grage Mall dan juga Stasiun Kereta Api Kejaksan kota Cirebon. Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah Roti’O yang ada di Stasiun Kereta Api Kejaksan kota Cirebon. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 3 buah roti ala Roti’O. Dengan harga Rp 7.000,- Roti’O ini memang tergolong lumayan enak. Namun mungkin bagi yang tidak terlalu suka rasa manis dan mentega, akan terasa agak enek, ketika terlalu banyak mengkonsumi Roti’O ini. Namun bagi yang suka, Roti’O ini bisa dijadikan pilihan cemilan. Untuk itu, menurut penulis Cirebon Kuliner, Roti’O ini sangat cocok dijadikan cemilan penahan lapar. Selain penampilannya yang cukup menggiurkan, terutama bagi penggemar kuliner roti, Roti’O ini juga memang rasanya tergolong unik, karena belum banyak roti serupa yang seperti Roti’O ini. Walaupun sederhana, namun Roti’O ini tergolong cukup sukses menarik perhatian masyarakat.  Yang belum mencoba Roti’O, silahkan datang dan kunjungi outlet Roti’O terdekat. Di kota Cirebon, bisa datangi outlet Roti’O di Grage Mall kota Cirebon atau di Stasiun Kereta Api Kejaksan kota...

Read More

Tape Ketan khas Kuningan

Kuningan berjarak kurang lebih 30 KM dari ke arah Selatan dari kota Cirebon. Dengan jarak tempuh kurang lebih 40-60 menit dalam kondisi normal menggunakan kendaraan bermotor, Kuningan biasa dijadikan tempat berwisata bagi warga kota Cirebon, begitu juga sebaliknya, warga Kuningan banyak juga yang berwisata ke kota Cirebon, bahkan mencari nafkah di Cirebon. Kuningan sendiri memiliki jajanan khasnya, salah satunya adalah tape ketan. Yang membuatnya khas, selain rasanya, juga adalah penggunaan daun jambu air untuk pembungkusnya. Jika pembaca Cirebon Kuliner pernah melewati jalan di kota Kuningan, tentu banyak menemui penjual tape ketan di sisi-sisi jalan. Iya, dahulu, tape ketan khas Kuningan tidak begitu populer, namun begitu banyak turis lokal lintas kota yang menyukai tape ketan khas Kuningan ini, penjual tape ketan khas Kuningan makin bertambah hingga kini. Rasanya yang khas, manis, sedikit asam, dan cita rasa khas dari fermentasi yang terjadi, juga sedikit aroma daun jambu air membuat tape ketan khas Kuningan kini semakin digemari. Ada yang belum pernah mencoba? Silahkan datang kunjungi kota Kuningan, Jawa Barat, sekalian mampir ke kota Cirebon untuk berwisata...

Read More

Krupuk “Melarat”

Setiap daerah di Indonesia biasanya mempunyai jajanan khasnya masing-masing. Begitu juga di kota Cirebon, ada beberapa jajanan khas kota Udang ini. Dari mulai tahu gejrot, rujak kuah pindang, sampai krupuk “melarat.” Yang terakhir inilah yang akan diulas penulis Cirebon Kuliner kali ini. Masyarakat Indonesia tentu sudah tahu apa arti dari krupuk, makanan yang biasa dijadikan cemilan atau juga pelengkap makanan berat kita. Sedangkan “melarat” dalam kosakata bahasa Cirebon berarti “miskin.” Lalu mengapa krupuk khas Cirebon yang satu ini disebut dengan krupuk “melarat”? Singkatnya begini, krupuk ini digoreng dengan menggunakan pasir, bukan minyak goreng pada umumnya. Penggunaan pasir inilah yang menimbulkan nama “melarat” karena kesannya tidak mampu membeli minyak goreng, akhirnya menggunakan pasir yang sudah disaring bersih sebagai penghantar panasnya. Krupuk “melarat” memang cocok dinikmati sebagai cemilan sore. Apalagi komplit dengan sambal kacang, atau sambal asam, juga rujak kuah pindang yang juga khas Cirebon. Ada yang belum pernah mencicipi krupuk “melarat” khas Cirebon? Silahkan datang ke Cirebon, atau ke toko yang menjual oleh-oleh khas Cirebon di kota pembaca Cirebon...

Read More

Pisang Saba & Tahu Tegal “Mas Tama”

Masyarakat Indonesia memang gemar ngemil atau menyantap makanan ringan. Memang, jajanan ringan selalu menggoda untuk dinikmati diberbagai kesempatan. Di Indonesia, terdapat banyak sekali macam-macam jajanan, apalagi jajanan tradisional yang hingga saat ini masih bertahan melawan gempuran berbagai makanan-makanan modern. Salah satu yang paling populer di Indonesia adalah pisang goreng. Nah.. di kota Cirebon, ada jajanan pisang goreng yang populer dan banyak dijajakan di pinggir jalan. Dan satu yang saat ini sedang naik daun adalah Pisang Saba & Tahu Tegal “Mas Tama” yang berlokasi di jalan Perjuangan, sebelum jalan masuk ke komplek perumahan GSP atau Griya Sunyaragi Permai. Iya, jajanan pisang goreng saba nampaknya selalu disandingkan dengan tahu Tegal. Entah mengapa, apakah di kota Tegal juga demikian? Penulis Cirebon Kuliner tidak tahu. Yang jelas, kedua jajanan ini memang begitu menarik untuk dilahap. Coba saja, ketika kita membeli jajanan ini dan membawanya ke teman-teman kita baik di sekolahan, kampus, kantor, atau di rumah, pasti banyak sekali yang tertarik dan meminta beberapa. Pisang Saba & Tahu Tegal “Mas Tama” mungkin termasuk yang paling sukses di Cirebon. Hal ini terlihat dari tempat berjualan yang bukan kaki 5 atau emperan, namun sudah berada di bangunan permanen, sehingga menambah kesan bersih dan higienis. Pisang Saba & Tahu Tegal “Mas Tama” menjual pisang goreng saba Rp 1.500,- per buah dan Rp 1.000,- per buah untuk tahu Tegalnya. Harga ini tentunya masih termasuk murah, tidak jauh berbeda dengan pisang...

Read More