Month: April 2013

“Pinisi” Coffee

Kota Cirebon saat ini telah – dan masih sedang – mengalami perkembangan pesat. Dan salah satu simbol baru di kota Cirebon yang menunjukan kemajuan kota Cirebon adalah CSB Mall yang telah berdiri megah di tengah kota Cirebon yang kecil ini. Dan di CSB Mall tentu kita bisa menemukan berbagai fasilitas umum, daripada mulai pusat perbelanjaan, sampai tempat makan. Di CSB Mall, terdapat banyak sekali pilihan bagi para pengunjung Mall untuk makan. Selain itu, para pengunjung Mall juga memiliki kebutuhan akan tempat nongkrong yang menyajikan menu-menu ringan untuk dinikmati sambil menunggu waktu kegiatan masing-masing pengunjung. Menu-menu ringan seperti minuman kopi dan makanan ringan merupakan teman yang pas untuk menemani menghabiskan sedikit atau banyak waktu. Pinisi Coffee adalah tempat ngopi yang cocok sekali bagi para pengunjung yang ingin nongkrong sambil menunggu waktu nonton atau menunggu teman. Pinisi Coffee menawarkan beberapa pilihan menu yang semuanya cocok dijadikan teman menunggu. Diantara menu-menu yang ada di Pinisi Coffee adalah french fries, pisang goreng/bakar dengan inovasi yang menarik, spaghetti, sandwich dan beberapa pilihan minuman kopi panas atau dingin. Kesemua menu yang ada di Pinisi Coffee pun dihidangkan menarik dan modern sehingga betul-betul cocok sebagai teman menunggu yang melengkapi kegiatan menunggu para pengunjung. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan beberapa menu, yaitu Potato Bulukumba, Pisang Goreng Pasir, Hazelnut Iced Coffee, dan Marquisa Ainun Ice. Potato Bulukumba adalah potato rebus yang kemudian dibaked, disajikan dengan sedikit mayo  dan keju, serta sayuran...

Read More

Baso Balungan “Ampera”

Kawasan jalan Amperan kota Cirebon saat ini nampaknya mulai menjadi salah satu kawasan pusat kuliner di kota Cirebon. Dari mulai gado-gado Ampera, hingga banyak kuliner-kuliner baru yang berlokasi di jalan Ampera kota Cirebon. Dan salah satu yang juga populer semenjak lama adalah Baso Balungan “Ampera” yang menawarkan berbagai kuliner menggoda untuk dicoba. Jika pembaca Cirebon sering melewati jalan Ampera, tentu tahu bahwa warung makan Baso “Balungan” ini selalu ramai di siang hari dipenuhi para pengunjung yang ingin menikmati menu kuliner yang ada di warung ini. Beberapa yang paling populer adalah sate klatak, sop balungan bakar, dan baso balungan. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi sate klatak sebanyak tiga tusuk dan satu porsi sop sapi. Sate klatak memang berisi potongan daging yang lebih besar dari sate pada umumnya, sehingga jelas lebih mengenyangkan. Oleh karena itu juga tiga tusuk sate klatak cukup dihitung sebagai satu porsi sekali makan. Satu porsi nasi, 3 tusuk sate klatak, dan satu porsi sop sapi, semua menu ini dihargai Rp 20.000,-an saja. Masih relatif terjangkau, mengenyangkan, dan lezat. Sate klatak ala warung makan Baso Balungan “Ampera” yang berasa manis gurih pedas ini memang cocok dipadukan dengan sop sapi yang segar. Apalagi jika kita pesan minuman es kelapa dengan campuran sirup Tjampolay khas Cirebon yang juga tersedia di warung ini. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah makan di warung makan...

Read More

Teh Thailand “Mr. T Thai”

Di salah satu sudut jalan Pekiringan kota Cirebon, tepatnya di sebelah kanan tidak jauh dari perisimpangan lampu merah jalan Karanggetas – jalan Pekiringan, ada satu booth kecil nan sederhana yang cukup menarik perhatian penulis Cirebon Kuliner, yaitu “Mr. T Thai.” Saat penulis Cirebon Kuliner memutuskan untuk datang berkunjung lebih dekat, memang booth  yang terletak di salah satu toko di jalan Pekiringan ini menjual teh Thailand. “Mr. T Thai” menawarkan teh Thailand dengan berbagai macam pilihan dalam dua ukuran, small  dan big. “Mr. T Thai” memang cukup menarik untuk dicoba. “Mr. T Thai” juga memang menggunakan teh asli dari Thailand. Selain itu, “Mr. T Thai” juga sudah bersistem franchise atau waralaba. “Mr. T Thai” pertama kali ada di Bandung sekitar tahun 2011. Thai Green Tea ukuran small ala “Mr. T Thai” Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba Thai Green Tea dengan ukuran small seharga Rp 5.000,- saja. Saat mencicipi, rasa dari Thai Green Tea ala “Mr. T Thai” ini memang sangat menyegarkan. Terlebih jika dinikmati di kota Cirebon saat cuaca sedang panas-panasnya. Dengan harga yang cukup murah dan rasa yang segar, “Mr. T Thai” tentu tepat sekali dijadikan pilihan bagi warga Cirebon sebagai minuman penyegar. Jadi, bagi warga Cirebon, baik yang asli maupun pendatang, jika sedang mencari minuman yang meyegarkan sebagai lawan cuaca Cirebon yang panas, silahkan coba teh Thailand ala “Mr. T Thai” di jalan Pekiringan kota Cirebon, tidak jauh dari lampu merah jalan Pekiringan – jalan Pasuketan, sebelah...

Read More

Gado-gado “Ciko”

Kawasan Alun-alun Kejaksn kota Cirebon memang merupakan salah satu pusat kuliner kaki lima di kota Cirebon. Dari mulai pagi hari, siang, hingga malam hari, di sekitaran alun-alun Kejaksan banyak pilihan kuliner untuk warga Cirebon. Kali ini, penulis Cirebon Kuliner akan mengulas salah satu kuliner yang ada di laun-alun Kejaksan di pagi hari, yaitu Gado-gado “Ciko.” Gado-gado “Ciko” biasa berjualan di depan tangga masuk lapangan alun-alun Kejaksan. Gado-gado “Ciko” biasa membuka lapaknya di pagi hari. Untuk itu, Gado-gado “Ciko” cocok untuk dijadikan pilihan sarapan bagi warga Cirebon yang mencari sarapan gado-gado. Memang banyak pilihan gado-gado di kota Cirebon. Dan beberapa yang sangat populer tentu sudah diulas penulis Cirebon Kuliner di situs ini. Dan Gado-gado “Ciko” menambah pilihan warga Cirebon yang ingin menikmati gado-gado di pagi hari. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang lumayan, serta suasana makan khas kaki lima, menikmati Gado-gado “Ciko” di pagi hari di sekitaran alun0alun Kejaksan memang bisa menjadi pengalaman yang cukup mengesankan. Silahkan coba Gado-gado “Ciko” di sekitaran alun-alun Kejaksan, jalan Siliwangi kota...

Read More

Martabak “San Fransisco” (3 Star Moon)

Martabak adalah kuliner yang disukai banyak orang. Baik martabak manis maupun martabak asin, masing-masing memiliki penggemarnya. Di kota Cirebon sendiri, ada cukup banyak merk martabak yang populer, dan masing-masing dari merk tersebut memiliki penggemarnya masing-masing. Begitu juga dengan penulis Cirebon Kuliner, tentu secara pribadi memiliki satu merk martabak kesukaan penulis. Dan menurut penulis Cirebon Kuliner, salah satu yang terbaik adalah martabak asli bangka, “San Frasisco.” Iya, Martabak “San Fransisco” yang berlokasi di jalan Bahagia nomor 62 kota Cirebon ini merupakan salah satu martabak yang sudah berusia tua dan masih bertahan hingga sekarang. Walaupun namanya sudah berganti menjadi “3 Star Moon,” namun nampaknya masyarakat Cirebon lebih suka menyebutnya dengan nama lamanya, yaitu Martabak “San Fransisco.” Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis mendapatkan informasi berupa cerita yang cukup menarik. Marabak “San Fransisco” dimilki oleh warga keturunan Tionghoa dari Bangka yang berdomisili di Bandung. Seiring waktu, saudara-saudara dari sang founder tertarik untuk mengikuti jejak membuat dan menjual martabak dengan merk yang sama, tanpa sistem franchise atau waralaba. Dan pemilik Martabak “San Fransisco” yang ada di kota Cirebon ini adalah salah satu dari saudara founder Martabak “San Fransisco.” Pemilik yang juga seorang Mualaf ini kini sudah tiada dan Martabak “San Fransisco” kini dikelola oleh sang anak. Walaupun Martabak “San Fransisco” sudah bersistem franchise, tampaknya bisnisnya tidak terlalu berkembang. Namun begitu, Martabak “San Fransisco” tetap menjadi martabak paling populer dan masih bertahan di kota...

Read More