Month: March 2013

Gudeg “H. Akim”

Negara kita Indonesia memang surganya kuliner, berbagai macam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia memiliki cita rasa khasnya masing-masing. Dari cita rasa yang pedas, gurih, sampai cita rasa yang manis. Salah satu daerah di Indonesia yang memilki cita rasa manis yang khas pada berbagai kulinernya adalah daerah Yogyakarta. Dan pembaca Cirebon Kuliner tentu sudah tahu bahwa kuliner khas Yogyakarta yang paling populer sampai ke luar Yogyakarta adalah Gudeg Jokja. Di Cirebon sendiri, sudah ada beberapa penjual gudeg khas Jokja yang enak. Dan pada kesempatan ini, penulis Cirebon Kuliner ingin mengulas mengenai satu penjual gudeg yang terhitung masih baru di Cirebon, namun sudah berjualan dengan cara masa kini, yaitu dengan menggunakan armada sepeda motor roda tiga. Adalah Gudeg “H. Akim” yang akan penulis Cirebon Kuliner bahas. Gudeg “H. Akim” dimiliki oleh warga asli Cirebon yang beristri asli orang Yogyakarta. Gudeg “H. Akim” biasa mangkal dipagi hari di jalan Siliwangi, tepatnya di kawasan alun-alun Kejaksan kota Cirebon. Iya, kuliner Jokja yang satu ini memang pas sekali dinikmati di pagi hari. Seperti gudeg Jokja pada umumnya, Gudeg “H. Akim” ini berisi isian makanan khasnya, di antaranya yaitu telur semur, cecek, sayur nangka, dan bumbu khas gudeg yang berasa manis. Dan yang istimewa, Gudeg “H. Akim” menawarkan ayam kampung sebagai lauk utamanya. Saat berkesempatan mencicipi, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi gudek Jokja ala Gudeg “H. Akim” dengan daging ayam kampung. Rasanya tentu...

Read More

“BBG” (Biang Bebek Goreng)

Buat penggemar bebek, ini ada satu referensi tempat makan bebek goreng yang highly recommended di kota Cirebon. Adalah BBG atau Biang Bebek Goreng yang berlokasi di jalan Diponegoro 23, kota Cirebon. Mengapa penulis Cirebon Kuliner berani bilang BBG sangat recommended? Banyak alasannya, dan penulis Cirebon Kuliner yakin pembaca setuju bahwa BBG adalah tempat makan yang recommended sekali. “BBG” (Biang Bebek Goreng) menawarkan menu bebek goreng sebagai menu kuliner andalannya. Selain itu “BBG” (Biang Bebek Goreng) juga menawarkan berbagai menu kuliner lainnya seperti ayam kampung goreng, sate kambing muda balibul atau “bawah lima bulan” juga ada seafood, iga bakar, gepuk, ikan nila, dan masih banyak lagi. Fasilitas tempat makan “BBG” (Biang Bebek Goreng) sungguh memuaskan, dari mulai tempat makan yang nyaman, bersih, toilet bersih, wastafel bersih, lesehan nyaman di lantai atas, beberapa meja makan di teras, juga ada ruangan ber-AC untuk pertemuan formal. Dan satu lagi, bagi muslim, “BBG” (Biang Bebek Goreng) juga menyediakan musholla yang bersih dan nyaman. Terlepas dari semua fasilitas tempat makan di “BBG” (Biang Bebek Goreng) yang ada, yang terpenting tentunya adalah kualitas menu kuliner yang ditawarkan. Dan penulis Cirebon Kuliner akan membahas paling tidak yang sudah penulis Cirebon Kuliner pesan dan cicipi sendiri. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu paket bebek goreng, dan satu paket ayam kampung goreng. Hal pertama yang menyenangkan dari menu kuliner yang ditawarkan “BBG” (Biang Bebek Goreng) adalah harganya. Paket bebek goreng dan juga ayam kampung goreng ala “BBG” (Biang Bebek Goreng) masing-masing hanya...

Read More

“Aussy” Burger

Satu lagi info bisnis kuliner bersistem franchise yang baru-baru ini muncul di kota Cirebon, yaitu “Aussy” Burger yang terletak di jalan Moh. Toha kota Cirebon. Sebelum membahas lebih jauh bagaimana menu yang ada di “Aussy” Burger, penulis Cirebon Kuliner ingin berbagi sedikit informasi dari mana asal “Aussy” Burger itu. Mungkin banyak dari pembaca Cirebon Kuliner yang menebak “Aussy” Burger berasal dari Australia, karena mungkin dari namanya. Padahal, “Aussy” Burger berasal dari sebuah PT di Indonesia yang ingin memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan makanan cepat saji, namun bukan junkfood. Yup, “Aussy” Burger mengklaim bahwa menu kuliner buatannya bukan junkfood karena daging sapi yang digunakan dalam menu kulinernya adalah daging sapi berkualitas hasil olahan perusahaan mereka sendiri. “Aussy” Burger sudah berjalan semenjak 2005, dengan outlet pertama ada di daerah Jakarta Selatan. Dan di tahun 2011, “Aussy” Burger akhirnya menetapkan sistem franchise seiring permintaan yang tinggi, dan juga sudah semakin matangnya pengalaman yang dimiliki. Dan hingga saat ini, “Aussy” Burger sudah memiliki puluhan outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, salah satunya tentunya adalah Cirebon. Penulis Cirebon Kuliner sendiri mengtahui informasi soal “Aussy” Burger dari beberapa spanduk yang tersebar di jalan-jalan utama di kota Cirebon. Dan saat berkesempatan mengunjungi “Aussy” Burger di jalan Moh. Toha kota Cirebon, penulis memesan beberapa menu yang ada, yaitu Adelaide (creamy cheese burger) dan Harbour Bridge (double beef & cheese burger). Iya, menu-menu di “Aussy” Burger...

Read More

Docang “Pak Kumis”

Setelah Docang “Siliwangi” dan Docang “Kesambi” ada satu lagi penjual Docang yang sudah cukup populer di kota Cirebon, yaitu Docang “Pak Kumis” yang biasa berjualan pagi hari di jalan Tentara Pelajar, tepatnya di seberang Toko Kue dan Roti “Ruby.” Kuliner khas Cirebon yang satu ini memang bisa disantap di pagi hari maupun di malam hari. Dan Docang”Pak Kumis” ini biasa berjualan di pagi hari. Dan setiap pagi, Docang “Pak Kumis” ini memang selalu dikunjungi para pelanggannya yang sudah tahu kelezatan Docang “Pak Kumis.” Satu porsi Docang “Pak Kumis” ini dijual dengan harga Rp 5.000,- saja. Harga yang cukup murah untuk sarapan pagi, dengan porsi yang cukup juga dipagi hari tentunya. Memang, kuliner khas Cirebon yang satu ini biasa disajikan dengan porsi sedang-sedang saja dengan isian potongan lontong, daun singkong, tauge, dan parutan kelapa, yang kemudian disiram dengan kuah dage atau oncom menurut kosa kata Sunda, dan kemudian dilengkapi dengan krupuk yang khas biasa dipakai untuk konsumsi Docang. Jika menilik sejarah terciptanya Docang memang agak unik. Konon, Docang tercipta dari bahan makanan sisa dari makanan yang disantap para wali. Dari sisa-sisa makanan ini, kemudian diolah lagi dengan kuah dage dan terciptalah kuliner khas Cirebon yang hingga kini digemari cukup banyak orang, Docang. Walaupun untuk beberapa orang, Docang dianggap memiliki aroma yang aneh. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari sarapan dipagi hari dengan kuliner khas Cirebon, silahkan cicipi Docang “Pak Kumis” yang biasa...

Read More

Bubur Sop Ayam “M. Djohar”

Selain Empal Gentong, Empal Asem, Nasi Lengko, Nasi Jamblang, Docang, Mie Koclok, Tahu Gejrot, ada satu lagi kuliner khas Cirebon yang mungkin masih kurang populer dibanding kawan-kawannya itu, yaitu Bubur Sop Ayam. Penulis Cirebon Kuliner sendiri baru mengulas beberapa saja kuliner Bubur Sop Ayam khas Cirebon, yaitu Bubur Sop Ayam “M. Kapi” dan Bubur Sop Ayam “M. Jamhari.” Dan ini dia, salah satu Bubur Sop Ayam yang tertua di Cirebon, Bubur Sop Ayam “M. Djohar.” Bubur Sop Ayam “M. Djohar” ini berlokasi di sekitaran Yogya lama, di sebelah kiri jalan (deretan Yogya lama) dari arah lampu merah Alun-alun Kejaksan. Bubur Sop Ayam “M. Djohar” sudah ada semenjak kurang lebih tahun 50-an dan pertama kali dibangun, dimiliki dan dikelola oleh Alm. Bapak M. DJohari yang meninggal pada tahun 70-an. Bubur Sop Ayam “M. Djohar” kemudian dikelola oleh seorang putranya, dan kemudian semenjak kurang lebih 5 tahun terakhir dikelola oleh adik dari putra Almarhum yang pertama kali mengelola. Kini, Bubur Sop Ayam “M. Djohar” masih bertahan dan masih memiliki pelanggan tetapnya yang masih setia menikmati bubur sop ayam khas Cirebon ala “M. Djohar.” Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bubur sop ayam khas Cirebon, komplit. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum tahu tentang bubur sop ayam, penulis Cirebon Kuliner ingin menginformasikan bahwa bubur sop ayam adalah kuliner khas kota Cirebon yang berisi bubur, suwiran daging ayam, kacang, bihun, beberapa macam sayuran, kemudian...

Read More
  • 1
  • 2