Month: February 2013

Waroeng Sosis, Jln. DR. Cipto

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari bisnis kuliner bersistem franchise atau waralaba, ini dia satu lagi informasi dari penulis Cirebon Kuliner. Adalah Waroeng Sosis, yang kini biasa buka lapak tenda kaki lima di depan SMAN 2 jalan Cipto kota Cirebon. Dari namanya, pembaca Cirebon Kuliner tentu sudah dapat menebak kuliner apa yang coba ditawarkan Waroeng Sosis ini. Betul, sosis. Sosis bratwurst ala Jerman adalah kuliner yang dihadirkan Waroeng Sosis. Sebelum membahas lebih jauh soal sosisnya, mari bicara sedikit dahulu mengenai Waroeng Sosis itu sendiri. Waroeng Sosis adalah merk bisnis franchise asal kota Bandung yang sudah ada cabang di beberapa kota di Indonesia, termasuk Cirebon. Bahkan, penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi langsung dari sang pemilik Waroeng Sosis di jalan Cipto kota Cirebon bahwa, beliau ini selain franchisee atau pembeli franchise Waroeng Sosis dari Bandung, juga sebagai Master Dealer. Artinya, pemilik Waroeng Sosis di Cirebon ini adalah semacam agen tunggal Waroeng Sosis. Artinya lagi, bagi siapa saja masyarakat yang tertarik dengan Waroeng Sosis dan ingin membeli franchise-nya untuk membuka cabang di lokasi tertentu, pemiliki Waroeng Sosis di Cirebon ini adalah the man to talk to. Okey, sekarang mari bahas menu kulinernya. Waroeng Sosis menawarkan menu kuliner sosis bratwurst ala Jerman. Dimana, sosis daging sapi disajikan dengan dipanggang dengan cita rasa rempah-rempah yang khas. Selain sosis daging sapi, Waroeng Sosis juga menyediakan sosis bratwurst dari daging ayam. Variannya, Waroeng Sosis menawarkan empat...

Read More

Martabak “Favorit”

Sudah cukup banyak ya kuliner martabak yang dibahas penulis Cirebon Kuliner? Satu lagi martabak Bangka Belitung di kota Cirebon yang menurut penulis Cirebon Kuliner recommended karena rasanya yang memang lezat sekali. Adalah Martabak Babel (Bangka Belitung) “Favorit” di jalan Ciremai Raya, Perumnas kota Cirebon. Sebelum berkunjung ke Martabak “Favorit” di Perumnas ini, penulis Cirebon Kuliner sudah memperhatikan bahwa warung Martabak “Favorit” ini setiap malam selalu ramai dikunjungi para pelanggannya dari berbagai daerah di Cirebon. Iya, nampaknya Martabak “Favorit” ini memang sudah cukup populer di hati para penggemar martabak di kota Cirebon. Akhirnya, penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk mengunjungi Martabak “Favorit.” Dan saat berkunjung, selalu, Martabak “Favorit” diramaikan oleh para pelanggannya yang hendak menikmati kelezatan martabak asin maupun manis. Terpaksa, mau tidak mau, penulis Cirebon Kuliner harus ikut mengantri menunggu waktu sampai martabak manis keju susu kesukaan penulis siap dinikmati. Soal harga, Martabak “Favorit” tidak mematok harga yang tinggi walaupun sangat laris dibeli setiap malam oleh para penikmat martabak yang setia membeli martabak di Martabak “Favorit.” Martabak “Favorit” mematok harga yang menurut penulis Cirebon Kuliner relatif standar seperti martabak-martabak lainnya di Cirebon, bahkan mungkin bisa dibilang relatif murah. Untuk martabak keju susu pesanan penulis Cirebon Kuliner dengan adonan biasa, cukup Rp 25.000,- saja. Iya, Martabak “Favorit” menawarkan tiga jenis adonan untuk martabak yang dipesan pembeli, adonan ekonomis, biasa, dan special. Yang terakhir tentunya adalah yang paling tinggi harganya. Namun, dengan adonan biasa saja, martabak keju susu ala Martabak “Favorit” yang...

Read More

Sukasuki

Cirebon semakin ramai oleh munculnya tempat-tempat makan baru yang mencoba menawarkan berbagai kelebihan atau keunggulan. Salah satu yang baru-baru ini muncul adalah rumah makan yang mencoba menawarkan hidangan kuliner Jepang, yaitu Sukasuki, berlokasi di jalan Sukalila Selatan, sebelah kanan jalan, setelah Roti dan Pisang Bakar “Golden” dari arah jalan Siliwangi. Sebelum berkesempatan mencicipi hidangan kuliner di resto Sukasuki, penulis Cirebon Kuliner sudah lama tertarik untuk berkunjung karena penampilan restonya yang cozy dan ada nuansa romance dengan cahaya-cahaya lampu yang sedikit temarang. Sukasuki, menawarkan tempat makan yang nyaman, nuansa rumahan, juga ada pilihan outdoor dengan nuansa berbeda. Saat akhirnya berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mendapati bahwa menu andalan Sukasuki adalah shabu-shabu, yaitu kuliner khas Jepang yang berisi irisan tipis daging ataupun sayuran, yang kemudian dimasak sendiri oleh pengunjung yang memesan dan akan menikmati shabu-shabu. Di Sukasuki, shabu-shabu khas Jepang yang ditawarkan cukup lengkap, namun penulis Cirebon Kuliner hanya memesan satu prosi crab roll. Menu lain yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah kentang lada hitam, nasi goren gila, dan chicken katsu. Jujur, penulis Cirebon Kuliner agak terkejut dengan minimnya menu kuliner Jepang lainnya selain shabu-shabu, tapi justru ada cukup banyak varian menu kuliner lainnya, seperti nasi goreng, kwetiauw, dan lain-lain. Namun, menurut penulis Cirebon Kuliner, keunggulan Sukasuki dibanding resto lainnya adalah harga! Iya, harga menu-menu kuliner di Sukasuki ini tergolong sangat murah, mulai dari di bawah Rp 10.000-an saja! Untuk yang penulis Cirebon Kuliner...

Read More

Bubur Ayam “Wahidin”

Nampaknya, bisnis kuliner bubur ayam dengan konsep kaki lima semi permanen sedang digemari masyarakat Cirebon, terbukti dengan semakin banyaknya bisnis-bisnis serupa yang menjual produk kuliner untuk sarapan. Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah membahas tentang Bubur Ayam “Lurah” yang terletak di jalan Pemuda kota Cirebon, kini penulis mencicipi kuliner serupa dengan beda brand, yaitu Bubur Ayam “Wahidin.” Sesuai namanya, Bubur Ayam “Wahidin” terletak di jalan Wahidin kota Cirebon. Tepatnya di sebelum lampu merah persimpangan jalan Wahidin – jalan Pilang Raya, di sebelah kanan jalan, sekitaran seberang kantor PT. Taspen. Bubur Ayam “Wahidin” menyediakan kuliner bubur ayam lengkap dengan sate ati ampela, juga usus ayam. Kuliner bubur ayam seperti ini memang cocok sekali untuk dijadikan sebagai sarapan. Terutama bagi masyarakat yang agak malas atau kesulitan mencari sarapan ringkas di sekitaran pukul 6 pagi, Bubur Ayam “Wahidin” memang bisa dijadika solusi. Karena selain menu kulinernya yang cocok untuk sarapan, juga bisa dimakan di tempat, karena Bubur Ayam “Wahidin” menyediakan meja dan kursi untuk para pengunjungnya menikmati bubur ayam. Jadi, bagi para pembaca Cirebon Kuliner yang bingung mencari sarapan di luar rumah yang enak, bersih, praktis, silahkan coba Bubur Ayam “Wahidin” di jalan Wahidin kota Cirebon, dengan menu bubur ayam komplit dengan sate ati ampela dan usus, dengan harga Rp 7.000,- untuk bubur ayamnya...

Read More

Bebek Blengong Jln. Tuparev

Kota Cirebon memang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota pemuas nafsu para pecinta kuliner di seluruh Indonesia. Terbukti dengan setiap akhir minggu Cirebon sudah semakin sesak dengan kedatangan para wisatawan dari luar kota Cirebon yang ingin mengunjungi Cirebon dengan berbagai tujuan wisata. Dari mulai wisata religi, budaya, hingga kuliner tentunya. Dunia kuliner Cirebon memang semakin ramai dan variatif, dari kelas pikulan, gerobak dorong, kaki lima, hingga restoran atau rumah makan yang tergolong mewah. Salah satunya yang mulai ramai penggemarnya, warung makan kaki lima Bebek Blengong khas Brebes, yang lapaknya terletak di jalan Tuparev, persis di seberang dealer motor Suzuki, sebelum lampu merah Gunung Sari, biasa buka sore hingga malam hari. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mendapati warung ini semakin ramai penggemar semenjak kemunculannya beberapa waktu lalu. Hal ini mungkin dikarenakan menu kuliner yang tergolong baru, yaitu bebek blengong. Penulis Cirebon Kuliner sendiri baru mendengarnya. Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek blengong, supaya bisa berbagi pengalaman dengan para pembaca Cirebon Kuliner lainnya. Bebek Blengong rupanya adalah kuliner khas Brebes, kota tetangga Cirebon. Bebek Blengong menyajikan daging bebek yang dibakar, kemudian di potong kasar beberapa bagian saja. Yang kemudian dilumuri semacam bumbu kacang yang gurih dan sedap. Satu porsi bebek blengong ini dijual dengan harga Rp 18.000,- dengan satu porsi nasi. Harga yang cukup pasaran untuk ukuran bebek kaki lima. Rasa bebek blengong menurut penulis Cirebon Kuliner...

Read More