Month: January 2013

“BIG” Burger Jln. Perjuangan

Setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner sudah mengulas mengenai “BIG” Burger yang ada di Indramayu, kini penulis Cirebon Kuliner kembali mengulas mengenai “BIG” Burger, namun yang ada di jalan Perjuangan, Cirebon. Iya, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum tahu, “BIG” Burger adalah bisnis kuliner berkonsep franchise atau waralaba asal Semarang. “BIG” Burger menawarkan kuliner Barat, yaitu burger dengan rasa dan kualitas yang menurut penulis Cirebon Kuliner baik. Hal ini dapat dilihat mulai dari penampilan, rasa, sampai ke harga. “BIG” Burger menawarkan burger dengan berbagai varian isian dengan harga yang terjangkau untuk berbagai kalangan dengan rasa burger yang enak. Daging burger ala “BIG” Burger ini berbeda dengan burger-burger biasa yang biasa dijual di sekolahan-sekolahan. Daging burger “BIG” Burger ini lebih renyah, gurih, sedikit crispy, dengan citarasa daging berbumbu, sehingga rasanya tidak plain rasa daging saja. Selain itu, roti dan kejunya pun berbeda, rotinya cukup empuk, dan kejunya juga cukup gurih. “BIG” Burger yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah yang ada di kawasan jalan Perjuangan tepatnya di sekitaran pusat kampus-kampus yang ada di jalan Perjuangan. Pengunjung juga bisa menikmati “BIG” Burger di tempat karena tersedia sedikit meja dan tempat duduk bagi yang ingin menikmati burger di tempat. “BIG” Burger memang paling cocok dinikmati sebagai makanan selingan penahan lapar bagi para mahasiwa atau anak sekolahan. Namun begitu, rasa burger ala “BIG” Burger ini tentu berbeda dengan burger-burger di sekolahan SD yang biasa kita...

Read More

Nasi Jamblang Keliling

Kuliner khas Cirebon yang satu ini memang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu daun jati sebagai pembungkus nasi dan juga lauknya. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali menulis ulasan mengenai nasi jamblang yang dijual di warung kaki lima ataupun yang sudah dalam bentuk resto kecil. Kali ini, penulis Cirebon Kuliner ingin memperkenalkan kepada pembaca Cirebon Kuliner yang mungkin masih belum tahu bahwa pada awalnya nasi jamblang dijajakan dengan cara berkeliling wilayah pemukiman penduduk dipagi hari oleh Ibu-ibu penjual nasi jamblang dengan berjalan kaki, dimana nasi jamblang dan lauk pauknya dibawa dengan cara dijinjing dengan penjinjing khusus nasi jamblang. Iya, bagi masyarakat asli Cirebon, tentu sudah tahu mengenai hal ini, bahkan sampai sekarang nasi Jamblang yang dijual keliling dipagi hari ini tentu masih selalu dinanti-nanti setiap pagi oleh berbagai kalangan dari masyarakat Cirebon setiap pagi, mulai dari anak-anak SD, Ibu-ibu rumah tangga, para karyawan kantoran, sampai tukang beca. Setiap pagi, nasi Jamblang keliling selalu dicari masyarakat Cirebon yang ingin menikmati lauk pauknya mulai dari sambal goreng, tempe goreng, panjelan atau ikan asin kering, perkedel kentang, sate kentang, daging, ceplok bumbu merah, blakutak, sayur tahu, dan lain-lain. Nasi Jamblang keliling yang dijajakan Ibu-ibu penjualnya ini adalah nasi Jamblang khas Cirebon yang otentik dari daerah Jamblang, +- 20KM ke arah Barat dari pusat kota Cirebon. Dan nasi Jamblang dan lauk pauknya ini bisa berasal dari banyak pengusaha nasi Jamblang di daerah Jamblang....

Read More

Ketoprak “Taspen” Jln. Wahidin

Satu lagi, kuliner ketoprak diulas penulis Cirebon Kuliner. Kali ini satu penjual ketoprak yang biasa mangkal di seberang kantor PT. Taspen di jalan Wahidin kota Cirebon, tepatnya di sebelah kanan jalan dari arah lampu merah Gunung Sari, hanya beberapa puluh meter dari lampu merah Krucuk. Harga satu porsi ketoprak “Taspen” ini hanyalah Rp 5.000,-. Dengan porsi yang cukup banyak, satu porsi ketoprak “Taspen” cukup mengenyangkan. Ketoprak “Taspen” ini biasa mulai berjualan dari sekitar pukul 10:30 sampai dengan pukul 15:00, dan setelah jam 3 sore, biasa pindah di sekitaran komplek Arhanud, jalan Pilang Raya. Jadi, bagi penggemar ketoprak di Cirebon, kini bertambah satu lagi referensi ketoprak yang enak di Cirebon, yaitu Ketoprak “Taspen” tepat di seberang kantor PT. Taspen jalan Wahidin kota Cirebon. Ketoprak lainnya yang pernah diulas penulis Cirebon Kuliner adalah Ketoprak Plered, dan Ketoprak “Ahul.” Ketoprak favorit penulis Cirebon Kuliner dengan bumbu kacang yang kental tanpa tauge, bihun, dan...

Read More

PUJAGEULIS (Pusat Jajanan Haurgeulis), IMY

Wilayah Kabupaten Indramayu (Provinsi Jawa Barat) memang sangatlah luas. Indramayu sendiri memiliki banyak Kecamatan, dan salah satu Kecamatan yang termasuk maju adalah Kecamatan Haurgeulis, terletak kurang lebih 70 KM ke arah Barat dari Indramayu Kota. Kemajuan wilayah Kecamatan Haurgeulis bisa dari banyak faktor, salah satunya adalah adanya Stasiun pemberhentian Kereta Api. Iya, Hauegeulis memiliki Stasiun Kereta Api Haurgeulis. Stasiun ini biasa dijadikan pemberhentian banyak warga asli Haurgeulis atau sekitarnya, atau warga pendatang yang datang ke wilayah Haurgeulis dan sekitarnya terutama dari Ibu Kota Jakarta untuk berbagai keperluan dari mulai pulang kampung sampai bekerja di wilayah Haurgeulis dan sekitarnya. Hal ini jelas banyak memberi dampak bagi wilayah Kecamatan Haurgeulis, terlihat dengan berkembangnya fasilitas umum lainnya di sekitar Stasiun Haurgeulis, misalnya Pasar Haurgeulis, alun-alun Haurgeulis, beberapa hotel, dan juga yang ingin dibahas penulis Cirebon Kuliner saat ini, sebuah pusat kuliner di Haurgeulis, “Pujageulis” atau Pusat Jajanan Haurgeulis. Yup, Pujageulis ini adalah semacam food court bagi warga kecamatan Haurgeulis dan sekitarnya yang ingin jajan, atau makan. Di Pujageulis, kita bisa menemukan berbagai kuliner yang bisa memanjakan lidah kita. Sebut saja, surabi khas Bandung, beberapa macam kuliner Barat seperti spaghetti, fettuchini, burger, banana split, dan tentunya kuliner Nusantara seperti ayam bakar, ikan bakar, baso, dan lain-lain. Yang penulis Cirebon Kuliner perhatikan, Pujageulis memang menjadi idola masyarakat Haurgeulis dan sekitarnya dari berbagai kalangan, mulai anak sekolah sampai pekerja kantoran yang ingin menikmati berbagai kuliner. Berbagai...

Read More

Kedai Ijo Jln. Pilang Raya No. 78

Dari awal membuat web ini, penulis Cirebon Kuliner sudah berkomitmen untuk menyajikan artikel-artikel yang mengulas berbagai kuliner atau tempat makan di Cirebon dan sekitarnya, dari mulai kelas kaki lima, sampai kelas restoran. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang menyeluruh bagi pembaca Cirebon Kuliner. Dan kali ini, penulis Cirebon Kuliner ingin mengulas mengenai sebuah warung makan kecil yang baru saja berdiri di jalan Pilang Raya nomor 78, tepat di seberang gerbang masuk markas Arhanud. Sebetulnya, warung ini belum memiliki nama, hanya karena warna dan suasana warungnya adalah ijo, kita sebut saja Kedai Ijo. Kedai Ijo jalan Pilang Raya ini menawarkan beberapa menu makanan, di antaranya adalah nasi lengko bumbu kacang, soto gombong, batagor, dan siomay. Dan saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis berkesempatan berbincang-bincang dengan sang pemilik Kedai Ijo. Dan dari perbincangan singkat tersebut, sang pemilik juga berencana menambahkan menu makanan lain di Kedai Ijo miliknya, seperti mie ayam, empal gentong, dan lain-lain. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu menu yang belum pernah penulis coba sebelumnya, Soto Gombong. Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, soto gombong adalah kuliner yang berasal dari daerah Gombong, yang masih termasuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Yang membuat soto gombong berbeda dengan soto lainnya adalah getuk bumbu yang terbuat dari singkong dengan racikan bumbu tertentu sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan lezat. Soto gombong berisi bihun, kecambah muda, kol, irisan daging ayam, taburan kacang goreng,...

Read More