TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 1: Sejarah Singkat Minuman Kopi


Kopi, bagi para penikmatnya, minuman ini tentu bisa berarti dan memberi berbagai kenikmatan tersendiri. Walaupun tidak semua orang adalah penikmat kopi, tetap saja, minuman yang satu ini sudah menjadi industri yang besar di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Terlebih, semenjak mulai adanya tren kedai kopi atau coffee shop di berbagai belahan dunia dari Eropa, hingga ke kota-kota di Indonesia, termasuk akhirnya, ke kota kecil di Jawa Barat, Cirebon.

Bagi masyarakat kota Cirebon yang memperhatikan dunia kuliner di kota Cirebon, tentu ngeh dengan menjamurnya kedai-kedai kopi di beberapa titik di kota Cirebon. Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai tren coffee shop  di kota Cirebon, penulis Cirebon Kuliner ingin sedikit membahas dulu secara singkat mengenai sejarah atau asal-usul minuman berwarna coklat gelap kehitaman ini.

Kopi, atau qahwah dalam bahasa Arab, atau kahveh dalam bahasa Turki, koffie dalam bahasa Belanda, adalah minuman yang dibuat dari ekstraksi biji tanaman kopi. Ada beberapa versi mengenai sejarah awal mulanya lahirnya minuman kopi, namun yang paling banyak "dipakai" adalah bahwa semua berawal dari seorang penggembala kambing asal Etiopia bernama Khalid yang memperhatikan kambing gembalaannya tetap terjaga atau masih enerjik saat matahari terbenam setelah kambing-kambingnya tersebut memakan sejenis buah beri.


Kemudian Khalid pun mencoba mengkonsumsi sendiri buah beri tersebut. Tidak lama, penemuan makan/minuman dari biji kopi ini pun menyebar ke berbagai daerah di Afrika. Yang kemudian menyebar ke Arab, dimana di sini, minuman kopi dibuat dengan cara atau teknik baru yang lebih modern.

Singkat cerita, pada tahun 1615 seorang saudagar dari Venezia / Venice, Italia, membawa biji kopi ke Eropa, dimana ia mendapatkan biji kopi ini dari pedagang asal Turki. Dan kemudian pada tahun 1616 bangsa Belanda membawa biji kopi ke tanah Jawa, yang pada masa itu merupakan daerah jajahannya.

Lalu bagaimana ceritanya minuman kopi yang paling populer di seluruh dunia adalah espresso, dan "turunannya" yaitu caffe latte, cappuccino, americano, macchiato, dan caffe mocha? Secara singkat, penulis Cirebon Kuliner dapat menceritakan bahwa, orang Italia yang pada saat itu juga gandrung meminum kopi, menginginkan minuman kopi yang berbeda, yang lebih strong dan "padat berisi."

Dengan berbagai inovasi, akhirnya pada tahun 1884 di kota Turin atau Torini, Angelo Moriondo mematenkan sebuah mesin penemuannya, yang mana mesin ini berfungsi membuat minuman kopi yang nantinya lebih dikenal dengan mesin espresso - walaupun mesin penemuannya ini belum bisa mem-brew kopi dengan ekspres (espresso dalam bahasa Italia berarti ekspres atau cepat).

Tujuhbelas tahun kemudian, yaitu pada tahun 1901, Luigi Bezzera asal kota Milan membuat berbagai inovasi pada mesin pembuat kopi tersebut. Ia juga mematenkan beberapa di antara inovasi hasil kreasinya. Dan pada tahun 1905, hak paten ini dibeli oleh Desiderio Pavoni (founder perusahaan La Pavoni), dan mulai memproduksi mesin tersebut secara massal.

Di Italia, khususnya di kota besar yang sibuk dan "cepat" seperti Milan, masyarkatnya menikmati kopi dengan cepat atau ekspres, yang mana minuman kopinya ini dibuat dengan ekspres juga dengan menggunakan mesin kopi tadi. Yup, masyarakat kota Milan yang super sibuk menginginkan kopi yang dibuat dengan ekspres, menikmatinya dengan "ekspres" juga, sambil berdiri di depan bar (stand-bar) sambil berbincang-bincang singkat dengan para penikmat espresso lainnya, lalu pergi menuju tempat bekerja. Lahirlah budaya menikmati minuman espresso, yaitu minuman kopi yang dibuat dengan mesin espresso.

Dengan menggunakan mesin espresso, minuman kopi yang dihasilkan adalah minuman kopi dengan kuantitas lebih sedikit, namun lebih konsentrat, "padat", kental, dan penuh cita rasa yang sangat strong. Jadi, espresso bukanlah sejenis biji kopi, melainkan nama minuman kopi yang di-brew dengan menggunakan mesin espresso.

Espresso

Lalu, apa itu cappuccino, caffe latte, americano, macchiato, dan caffe mocha? Oke, caffe latte (caffe = kopi; latte = susu) adalah espresso yang ditambahkan steamed milk (susu yang disteam, dimana proses steaming ini juga menggunakan mesin espresso) ke dalamnya.

Caffe Latte

Cappuccino, memiliki jumlah steamed milk yang lebih sedikit dibanding caffe latte, dan memiliki jumlah milk foam (busa susu hasil men-steam susu) yang lebih melimpah, dimana milk foam ini ditaruh di atas minuman cappuccino. Cappuccino yang klasik biasanya berpenampilan sederhana namun elegan, dengan milk foam di posisi paling atas, dan membentuk ring atau cincin dengan warna coklat kopi di pinggirannya, dan diakhiri dengan menambahkan taburan coklat bubuk di atasnya. Nama cappuccino itu sendiri berasal dari kata biarawan Capuchin yang memakai jubah yang warnanya mirip dengan minuman cappuccino. 

Cappuccino klasik (tradisional)


Cappuccino klasik dengan tambahan coco powder

Macchiato (macchiato = stained = bernoda/bertanda), adalah espresso yang ditambahkan (diberi "noda" atau "tanda") hanya milk foam di atasnya. Ada dua varian, yaitu caffe macchiato, dan latte macchiato. Caffe macchiato adalah yang dijelaskan sebelumnya. Sedangkan latte macchiato adalah sebaliknya, susu yang diberi "noda" kopi espresso.

Caffe Macchiato

Latte Macchiato

Americano adalah espresso yang ditambahkan air panas ke dalamnya. Berawal dari masa perang dunia, saat tentara Amerika menginginkan minuman kopi seperti yang biasa mereka minuman di negaranya (berkuantitas banyak, dan tidak kental), tidak seperti espresso (sedikit, namun padat dan sangat strong). Sehingga, espresso yang ditambahkan air panas (sesuai request dari para tentara Amerika) disebut Americano.

Americano

Dan caffe mocha adalah, espresso, dengan steamed milk, dengan coklat. Berbagai variasi ditambahkan, seperti cream di atasnya, dan berbagai macam sirup dengan macam-macam rasa.

Caffe Mocha

Pada perkembangannya, macam-macam minuman kopi dengan basic espresso ini memiliki berbagai varian dan perbedaan di beberapa negara, tentunya dipengaruhi oleh keahlian atau skill barista, pasar atau permintaan konsumen, dan faktor-faktor lainnya. Budaya meminum kopi juga berbeda. Jika di Italia, mereka lebih suka menikmati espresso secara ekspres di pagi hari, atau tidak meminum cappuccino (dan varian espresso dengan susu) setelah jam 11 siang, maka di luar Italia, tentu tidak sama.

Dan tren coffee shop yang populer di Indonesia (termasuk di kota Cirebon) saat ini, adalah tren coffee shop yang lebih berkiblat kepada coffee shop di Amerika, terutama setelah boomingnya Starbucks, sebuah brand besar asal kota Seattle, Amerika Serikat. Ya, saat ini, masyarakat Indonesia gandrung nongkrong di coffee shop berlama-lama baik sendirian maupun bersama teman-teman.

Oke, ini adalah akhir dari bahasan "TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 1: Sejarah Minuman Kopi." Berikutnya, penulis Cirebon Kuliner akan melanjutkan pembahasan mengenai tren coffee shop ini di PART 2, yaitu mengenai kedai-kedai kopi itu sendiri yang ada di kota Cirebon.



SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi
http://en.wikipedia.org/wiki/Espresso

http://en.wikipedia.org/wiki/Cappuccino

Sparkling Kitchen


Sparkling Kitchen adalah satu dari sekian banyak resto yang dimiliki oleh orang lokal Cirebon. Sparkling Kitchen terdapat di Grage Mall dan Grage City Mall. Hadir dengan konsep resto yang cukup menarik pengunjung mall, dan menawarkan berbagai menu seafood.

Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah Sparkling Kitchen di Grage Mall, jalan Tentara Pelajar kota Cirebon. Dengan daya tampung yang cukup besar, Sparkling Kitchen Grage Mall Cirebon ini bisa dijadikan tempat kumpul keluarga atau acara kantor yang cukup memadai. 

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan beberapa ragam menu, seperti paket Bento, Chicken Steak, dan Nasi Goreng Sapi Pedas ala Sparkling Kitchen. Soal harga, menurut penulis Cirebon Kuliner termasuk standar mall. Yang pasti, dari segi tempat, cukup nyaman, terlebih dengan banyaknya meja dan tempat duduk sofa untuk para pengunjung.




Sedangkan soal rasa, tergolong lumayan enak. Namun tampaknya masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pengelola Sparkling Kitchen, di antaranya adalah segi kebersihan dan pelayanan terhadap konsumen yang nampaknya masih bisa lebih baik lagi. Misalnya, sambutan terhadap konsumen yang nampaknya masih minim, dan asistansi konsumen yang juga kurang maksimal, walaupun tidak semua pramusaji berperforma kurang.

Secara keselurhan, Sparkling Kitchen masih layak dikunjungi. Jika lebih dimaksimalkan lagi, tentu akan menjadi resto pilihan masyarakat kota Cirebon. Bagi masyarakat kota Cirebon yang penasaran, silahkan datang kunjungi Sparkling Kitchen di Grage Mall jalan Tentara Pelajar, atau di Grage City Mall jalan Pegambiran.

Nasi Bento ala Sparkling Kitchen

Chicken Steak ala Sparkling Kitchen

Pempek "SELERA" Jln. Kanggraksan

Di kota Cirebon, penjual pempek khas Palembang boleh dibilang tergolong sedikit. Sampai saat ini saja, penjual pempek di kota Cirebon yang masih bisa bertahan hingga sekarang hanya dua, yaitu Pempek 99 di jalan Bahagia, dan Pempek di jalan Lemahwungkuk. Iya, dua warung penjual pempek khas Palembang ini adalah yang tergolong paling lama bertahan di kota Cirebon, dan dua-duanya sudah diulas di web ini.

Kini, satu lagi hadir warung penjual pempek khas Palembang di kota Cirebon, yaitu warung Pempek "Selera" jalan Kanggraksan kota Cirebon. Ya, warung Pempek "Selera" terletak di jalan Kanggraksan kota Cirebon, di seberang Alfamart.




Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 1 pempek kapal selam seharga Rp 14.000,-, dan 2 pempek lenjer masing-masing seharga Rp 4.000,-. Warung Pempek "Selera" jalan Kanggraksan kota Cirebon ini berlokasi di teras sebuah rumah warga, sehingga lumayan nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati pempek.

Soal rasa, lumayan enak. Jadi, bagi warga masyarakat kota Cirebon penggemar pempek khas Palembang, khususnya yang tinggal di sekitaran jalan Kanggraksan, boleh coba Pempek "Selera" di depan Alfamart Kanggraksan, tidak jauh dari lampu merah Kanggraksan-ByPass.



Nasi Pecel Pincuk "Ibu Sofie"


Bagi masyarakat kota Cirebon yang setiap pagi rutin melewati jalan DR Cipto, lebih spesifik di seberang laboratorium Pramita, pasti sering melihat lapak Nasi Pecel Pincuk "Ibu Sofie" yang menggunakan motor tiga roda. Nasi Pecel Pincuk "Ibu Sofie" jalan DR Cipto kota Cirebon ini menyediakan nasi pecel pincuk khas Madiun, nasi gudeg khas Jogja, dan lontong opor ayam.

Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi salah satu menunya, nasi gudeg khas Jogja. Satu porsi nasi gudeg komplit ala "Ibu Sofie" ini berisi opor ayam dan lain-lainnya, hanya Rp 13.000,- saja. Murah meriah, rasanya pun nikmat. Pas sekali untuk sarapan pagi.

Sarapan pagi dengan pemandangan lalu lintas jalan DR Cipto kota Cirebon tentu dapat member nuansa dan inspirasi tersendiri. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang mencari alternatif menu sarapan pagi, Nasi Pecel Pincuk "Ibu Sofie" jalan DR Cipto ini bisa dijadikan pilihan. Selamat mencoba!



Empal Gentong "Ibu Baskar"


Daerah origin kuliner khas Cirebon, empal gentong, adalah di daerah desa Battembat, kurang lebih 4 km ke arah Barat dari pusat kota Cirebon. Namun seiring waktu, tentu penjual empal gentong sudah menyebar ke berbagai penjuru kota Cirebon. Salah satunya adalah di kawasan jalan Kanggraksan kota Cirebon, terdapat satu penjual empal gentong yang sudah cukup populer, yaitu Empal Gentong "Ibu Baskar."

Sebelumnya, Empal Gentong "Ibu Baskar" ini adalah milik Bapak Baskar, suami dari Ibu Baskar, namun kini sang Bapak sudah tiada dan kini Ibu Baskarlah yang mengelola setiap harinya. Empal Gentong "Ibu Baskar" terletak di jalan Kanggraksan, di sebuah kios kecil di samping toko percetakan.




Setiap harinya, warung Empal Gentong "Ibu Baskar" ini buka sedari pagi hari, hingga sore hari. Warung Empal Gentong "Ibu Baskar" ini sudah menjadi langganan para konsumen setianya, karena memang rasanya cukup nikmat, dan harganya juga tergolong terjangkau.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi empal gentong dengan lontong, 3 krupuk, dan 1 es teh manis. Untuk pesanan ini, harga yang harus dibayar masih di bawah Rp 20.000,-. Bagi penggemar empal gentong khas Cirebon, terutama yang berdomisili di sekitaran jalan Kanggraksan, bisa coba Empal Gentong "Ibu Baskar."


Empal Gentong "Ibu Baskar" jalan Kanggraksan kota Cirebon

Bubur Ayam Tangerang "Mas Jenggot"


Bubur ayam sudah menjadi kuliner yang sangat umum bagi masyarakat Indonesia. Kuliner yang satu ini biasanya disajikan dipagi hari sebagai menu sarapan. Seringkali, bubur juga disarankan oleh para dokter untuk pasiennya yang memerlukan makanan yang mudah dicerna.

Di berbagai kota di Indonesia, bubur bisa disajikan dengan berbagai macam isian. Salah satu yang baru yang ditemukan penulis Cirebon Kuliner temukan di kota Cirebon adalah Bubur Ayam Tangerang "Mas Jenggot" yang mangkal di jalan Tentara Pelajar, di seberang toko kue RUBY.

Entah apa yang menjadi ciri khas bubur ayam dari kota Tangerang, karena pada saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, nampaknya tidak ada yang berbeda atau unik atau khas dari bubur ayam asal kota Tangerang, dibandingkan dengan bubur ayam lainnya. Tidak seperti bubur sop ayam khas Cirebon yang memiliki ciri khas di kuah sop nya.




Dari isiannya, Bubur Ayam Tangerang "Mas Jenggot" ini berisi suwiran daging ayam, dengan kacang. Dari segi rasa, juga tidak berbeda jauh dengan bubur ayam lainnya. Juga ada pilihan sate hati dan ampela bagi yang mau. Tidak siraman kuah khas atau isian apa yang membuat bubur ayam Tangerang ini berbeda.

Namun yang pasti, rasanya enak kok. Dan cocok sekali untuk makan pagi. Harganya pun murah meriah, Rp 6.000,- saja per porsinya. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang ingin mencari sarapan, Bubur Ayam Tangerang "Mas Jenggot" jalan Tentara Pelajar kota Cirebon ini bisa dijadikan pilihan.

Istana Mie & Es


Di penghunjung akhir tahun 2014 ini, kota Cirebon semakin mengukuhkan diri sebagai kota kecil yang menarik untuk dijadikan tempat berbisnis, baik bagi pengusaha lokal, maupun dari luar kota. Dan kuliner nampaknya tetap menjadi sektor paling menarik bagi para pemilik dana untuk berinvestasi di kota para Wali ini. Brand baru yang hadir di kota Cirebon di Desember 2014 ini adalah Istana Mie & Es.

Istana Mie & Es adalah merk yang sudah bersistem franchise atau waralaba, yang berasal dari kota Semarang. Dan Istana Mie & Es yang berlokasi di CSB Mall kota Cirebon ini adalah outlet ke 35, setelah beberapa hari sebelumnya juga baru saja membuka outlet baru di kota kembang, Bandung. Dan Istana Mie & Es lantai 2 CSB Mall kota Cirebon ini adalah milik orang Cirebon yang membeli franchise dari kota Semarang.



Istana Mie & Es hadir dengan konsep resto keluarga yang nyaman dengan menu utamanya adalah mie dan macam-macam es. Jika penulis Cirebon Kuliner perhatikan, hidangan mie utama yang ditawarkan Istana Mie & Es ini adalah tergolong mie yamien atau bakmi kalo Jawa bilang. Para pengunjung dapat memilih berbagai macam hidangan mie, dari mulai yang hanya ber-topping ayam, sampai yang berisi komplit seperti pangsit, pangsit goreng, baso, tahu isi, siomay, yang oleh Istana Mie & Es disebut dengan Mie Istana.

Sedangkan dari hidangan esnya, Istana Mie & Es mengandalkan Es Istana yang hadir dengan penampilan yang sangat cantik dan berisi berbagai macam bahan, dari mulai agar-agar, puding, sampai daging buah rambutan dan nanas. Pas sekali dinikmati setelah menghabiskan satu mangkok mie yamien ala Istana Mie & Es.



Selain itu, para pengunjung juga tentunya masih dapat memilih berbagai menu lainnya di Istana Mie & Es, seperti mie kungpao, mie ayam saos tomat, ifumie, nasi goreng, dan macam-macam nasi dengan berbagai lauk pilihan. Soal rasa, tidak perlu ditanya, menurut penulis Cirebon Kuliner, menu-menu yang dihidangkan di Istana Mie & Es ini memang enak sekali. Tidak heran jika dari awal hari pembukaan, Istana Mie & Es di CSB Mall kota Cirebon ini selalu ramai pengunjung.

Penasaran? Silahkan datang dan coba sendiri berbagai menu di Istana Mie & Es. Berlokasi di CSB Mall kota Cirebon, di lantai 2, persis di sebelah XXI dan ACE Hardware. Selamat mencoba! Oiya, untuk kisaran harga berkisar mulai Rp 20.000,-an.


Es Istana


Bebek & Ayam "KERATON JOGJA"


Setelah ayam goreng, bebek goreng adalah kuliner yang paling banyak disukai masyarakat Indonesia. Di berbagai kota, banyak sekali warung-warung makan yang menawarkan menu bebek goreng. Dari mulai warung kaki lima pinggir jalan, sampai yang sudah berkonsep resto. Apabila diolah dengan baik dan benar, bebek goreng memang memiliki cita rasa yang bisa membuat kita ketagihan. Banyak cara mengolah daging bebek menjadi berbagai macam menu. Yang paling umum tentunya adalah bebek goreng.

Di kota Cirebon sendiri, sudah banyak warung atau resto yang menyajikan bebek goreng sebagai hidangan utamanya. Beberapa masih bertahan, dan beberapa sudah ada yang gulung tikar. Mungkin yang gulunng tikar ini kurang disukai masyarakat sebagai konsumen, entah dari bebek gorengnya itu sendiri, atau dari harganya, atau bisa jadi dari lokasinya, atau kenyamanan tempatnya, banyak faktor tentunya.

Sekarang, penulis Cirebon Kuliner ingin mengulas tentang satu resto baru di jalan Tuparev kota Cirebon yang mengedepankan bebek goreng dengan bumbu kremes sebagai menu andalannya, yaitu Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja". Iya, dari namanya, sudah jelas resto ini menawarkan bebek goreng dan ayam goreng sebagai menu utamanya, dengan tambahan bumbu kremes yang kriuk-kriuk yang juga disukai masyarakat kita.



Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencoba bagaimana rasa dari bebek atau ayam goreng kremes ala Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja" jalan Tuparev kota Cirebon ini. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek goreng, satu porsi ayam goreng, dan minuman. Pembaca Cirebon Kuliner bisa melihat sendiri berapa kisaran harga dari menu-menu dari resto Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja" jalan Tuparev kota Cirebon ini.

Oke, mari bahas langsung soal rasa. Menurut penulis Cirebon Kuliner, rasa dari bebek goreng kremes dan ayam goreng kremes di resto ini tergolong enak. Cukup empuk, gurih, bumbunya terasa, dan kremesnya juga enak. Disajikan komplit dengan lalaban dan sambal. Oiya, sambal di resto Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja" ini bergaya sambal khas Jawa, yaitu sambal yang bercita rasa pedas dan beraroma bawang putih yang cukup kuat. Ada yang menyebutnya 'sambal korek' atau apapun istilahnya.

Soal tempat, Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja" jalan Tuparev kota Cirebon ini tergolong bersih, nyaman, dan cukup berkelas, serta pelayanannya juga baik. Sedangkan soal harga, mungkin agak tinggi jika dibandingkan warung kaki lima, tapi tidak terlalu menguras dompet juga seperti di restoran mewah, dan yang terpenting, sebanding dengan kualitas dari menu yang dihidangkan. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap bebek goreng, satu lagi hadir alternatif pilihan baru di kota Cirebon, Bebek & Ayam Kremes "Keraton Jogja" jalan Tuparev kota Cirebon, persis di sebelah dealer motor Honda, tidak jauh dari jembatan Tuparev atau Gudang Air "Selamat Datang". Selamat mencoba.


Ayam Kampung Goreng Kremes ala resto "Keraton Jogja"

Bebek Goreng Kremes ala resto "Keraton Jogja"



Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.